BKKBN: Evaluasi Cash Transfer Perlu Dilakukan
Rabu, 14 Sep 2005 20:55 WIB
Jakarta - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menekankan pentingnya evaluasi tentang pelaksanaan kompensasi kenaikan BBM berupa cash transfer."Perlu update data yang akurat sebab bisa terjadi penambahan atau pengurangan jumlah keluarga miskin. Evaluasi pada tiga bulan pertama sangat penting untuk melihat apakah harus meneruskan progranm ini atau mengganti dengan kompensasi lain seperti pendidikan dan kesehatan secara keseluruhan," kata Sekretaris Utama BKKBN pusat Lalu Sudarmadi di gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9/2005).Meski demikian, BKKBN melihat bahwa pemerintah sudah memiliki plan of action yang ketat dan jadwal yang jelas. "Yang penting bukan mepetnya waktu pengumuman data penduduk miskin dengan tanggal penyaluran cash transfer, namun bagaimana rakyat miskin bisa terbantu," terangnya.Lalu Sudarmadi menambahkan bahwa cash transfer ini diharapkan bisa membantu masyarakat miskin. Dengan adanya cash transfer, maka uangnya bisa digunakan untuk membeli barang kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya.Sementara itu Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Giwo Rubianto Wijogo mengaku khawatir dengan rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada awal Oktober. Pasalnya kenaikan BBM bisa menaikan kekerasan terhadap anak, akibat makin krisisnya ekonomi keluarga.Dalam kesempatan itu Giwo Rubianto Wijogo juga mengatakan, sebaiknya cash transfer yang diberikan pemerintah dialokasikan sepenuhnay untuk bidang pendidian dan kesehatan. Dirinya juga mengaku pesimis program kompenasai itu akan mencapai tujuan atau sasaran. Sebab pemerintah hanya memberikan ikan dan bukannya kail.
(san/)











































