Takut Kasus Mandala Terulang, Setiap Pesawat di Bali Diperiksa

Takut Kasus Mandala Terulang, Setiap Pesawat di Bali Diperiksa

- detikNews
Rabu, 14 Sep 2005 20:29 WIB
Denpasar - Jatuhnya pesawat Mandala Airlines di Medan, membuat otoritas penerbangan di Bali meningkatkan kewaspadaan. Petugas Direktorat Sertifikasi dan Kelaikan Udara (DSKU) memeriksa setiap pesawat domestik yang mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar.Sebanyak 10 petugas DSKU, empat dari Bali dan enam dari Jakarta, memeriksa pesawat-pesawat yang parkir di Bandara Ngurah Rai. Beberapa pesawat yang telah diperiksa, di antaranya Garuda, Lion Air, Merpati dan Wings.Pemeriksaan akan berlangsung selama tiga hari, mulai hari ini, Rabu (14/9/2005) hingga Jumat (16/9/2005). Pesawat yang diperiksa adalah yang baru saja mendarat dan menurunkan penumpang.Bahkan, ketika memeriksa pesawat Lion Air, petugas tampak terburu-buru. Pasalnya, ketika melakukan pemeriksaan, tampak puluhan penumpang masuk ke badan pesawat.Di tengah deru bising suara pesawat, para petugas memeriksa sejumlah bagian pesawat, mulai dari ruang pilot, roda pesawat, sayap, badan pesawat. Pemeriksaan satu pesawat memerlukan waktu yang tidak cukup lama.Petugas enggan menyampaikan jumlah total pesawat yang telah diperiksa. Tapi berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, hingga pukul 15.00 Wita petugas telah memeriksa sembilan pesawat."Kita ingin memeriksa pesawat sebanyak-banyaknya. Makanya, setiap pesawat yang baru mendarat kita 'tangkap'," kata salah seorang petugas usai melakukan pemeriksaan.Kepala Kantor Administrator Bandar Udara International Ngurah Rai Mohamad Fucshad mengatakan, petugas saat ini hanya memeriksa fisik pesawat. Tujuannya, untuk mengetahui apakah pesawat tersebut laik atau tidak untuk terbang."Dari hasil pemeriksaan, sejauh ini belum ditemukan adanya kerusakan. Tapi apa pun hasilnya akan kita laporkan ke Menteri Perhubungan," katanya.Fuschad menambahkan, jika menemukan pesawat yang sudah tidak laik terbang pihaknya akan melarang pesawat tersebut beroperasi. "Kalau sudah melebihi batas toleransi ,pesawat itu dilarang terbang sebelum diperbaiki," tegasnya. (fab/)


Berita Terkait