Tukang Pijat Amrozi Diperiksa dengan Lie Detector
Rabu, 14 Sep 2005 18:52 WIB
Surabaya - Tukang pijat Amrozi, Abdurrachman Simamarta alias Hansip alias Kasrori Cholik bin Ramzes Simamarta ( 40) masih diperiksa intensif oleh aparat kepolisian. Bahkan, hari ini, Rabu (14/9/2005), Abdurrachman diperiksa dengan menggunakan pendeteksi kebohongan (lie detector) di Polda Jawa Timur (Jatim). Abdurrahman diperiksa dengan dugaan terkait terorisme. Pria berparas ke-Arab-araban ini ditangkap aparat Polres Bojonegoro Minggu (11/9/2005) lalu di Desa Dander, Kecamatan Dander, Bojonegoro. Kapolres Bojonegoro AKPB Herry Wibowo saat ditemui Kantor Bupati Bojonegoro, Rabu (14/9/2005 menjelaskan, pemeriksaan dengan lie detector itu dilakukan, karena ada perbedaan keterangan tersangka kepada polisi dengan keterangan yang sering diberikan kepada masyarakat tentang Amrozi dan Azahari. Amrozi merupakan pelaku bom Bali dan kini sedang dipenjara di LP Kerobokan, Bali. Sedangkan, Azahari adalah dedengkot kasus bom di Indonesia yang hingga kini masih menjadi buron. Menurut Herry, Abdurrahman memang patut dicurigai. Selain mengaku kenal dekat dengan Amrozi kepada masyarakat, juga perah di Malaysia selama 6 tahun. Abdurrahman juga pernah belajar agama di Ponpes di Langkat Medan dan juga di Ponpes Pasuruan sebelum akhirnya tahun 2004 menetap di Bojonegoro.Selama 3 bulan terakhir menumpang di kediaman Darso, penduduk Desa Dander Kecamatan Dander. Dia yang berprofesi sebagai tukang pijat ini selalu bercerita tentang kedekatannya dengan pelaku terorisme. Namun, di depan polisi tersangka menyangkal kenal dan tahu kegiatan Ashari dan Amrozi."Kalau diteliti betul, selama enam bulan di Malaysia kerja dia apa. Untuk mengungkap lebih jelas dia sekarang menjalani tes kebohongan di Polda. Termasuk bagaimana kondisi mental dan kejiwaannya, " kata Herry Wibowo.
(asy/)











































