Otto : Penutupan Acehkita untuk Selamatkan Aset

Otto : Penutupan Acehkita untuk Selamatkan Aset

- detikNews
Rabu, 14 Sep 2005 18:48 WIB
Jakarta - Caretaker Yayasan Acehkita Otto Syamsudin Ishak membantah telah terjadi penutupan operasional Majalah Acehkita dan situs Acehkita.com. Menurutnya, jika ada penutupan kantor, itu hanya untuk menyelamatkan aset saat karyawan mogok."Karena karyawan mogok berarti tidak ada kerja dan kantor tutup. Penutupan ini hanya untuk selamatkan aset," kata Otto saat ditemui di kantor Acehkita, Jalan Bojonegoro 16, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2005).Menurut Otto, kasus ini semua berawal dari persoalan pribadi antara Ketua Pelaksana Yayasan Acehkita Smita Notosusanto, Pemimipin Redaksi Acehkita Dandhy D Laksono dan Direktur Eksekutif Risman A Rahman. "Persoalan pribadi mereka ini kemudian jumping menjadi persoalan struktural," ujar Otto.Konflik tiga orang ini, menurut Otto, terkait dengan gagasan lahirnya Koran Acehkita yang terbit satu kali seminggu. "Pengurus tidak ada keputusan untuk menghentikan situs dan majalah. Yang ada adalah meminta Dandhy untuk mundur, tetapi ia menolak itu," tambahnya.Berkaitan dengan isi petisi yang diminta Serikat Pekerja Acehkita (Sepak) yang meminta Smita Notosusanto dipecat, pengurus yayasan menjawab tidak mungkin Smita dipecat. "Sebab dari segi aspek legal, yayasan tidak mungkin memecat pengurus itu sendiri, tanpa ada satu kasus yang terbukti jelas," katanya.Hingga pukul 17.00 WIB, seluruh wartawan dan karyawan masih mogok dan bertahan di depan kantor Acehkita. Mereka tidak diperbolehkan masuk kantor oleh penjaga keamanan Acehkita sejak pukul 11.30 WIB. (jon/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini