Walkot Semarang Minta Tak Ada Lagi Jembatan Lapuk di Wilayahnya

Walkot Semarang Minta Tak Ada Lagi Jembatan Lapuk di Wilayahnya

Muhammad Idris - detikNews
Rabu, 06 Feb 2019 19:59 WIB
Walkot Semarang Minta Tak Ada Lagi Jembatan Lapuk di Wilayahnya
Foto: Pemkot Semarang
Semarang - Rutin blusukan ke kampung-kampung di Kota Semarang sejak 2011, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut blusukan ke Kampung Persen, Sekaran, sebagai yang terberat. Untuk itu, pria yang akrab disapa Hendi tersebut menyampaikan dirinya tertantang melakukan pembenahan permukiman yang berada di wilayah Kecamatan Gunungpati itu.

"Sepanjang saya berkeliling sejak tahun 2011, pagi ini adalah yang terberat. Medannya berat, sehingga pekerjaan rumah untuk membenahinya juga butuh energi yang luar biasa," ungkap Hendi dalam keterangannya, Kamis (6/2/2018).

Meski demikian, lanjutnya, dirinya justru merasa senang karena setidaknya dapat mengetahui kondisi riil lapangan, sehingga dapat mencari solusi yang terbaik untuk masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pantauan pagi itu di Kampung Persen, dia setidaknya menyimpulkan ada dua pekerjaan besar yang harus digarapnya, yaitu terkait permasalahan jembatan yang masih menggunakan material bambu hingga terjadinya tanah longsor di Desa Bantardowo sedalam 2 meter yang membutuhkan perbaikan.


Terkait adanya jembatan yang masih menggunakan material bambu, Hendi, yang juga politikus PDI Perjuangan, menginginkan seluruh jembatan yang ada di Kota Semarang kokoh. Maka dari itu, untuk mengokohkan jembatan yang ada di Kampung Persen, Hendi akan melakukan perbaikan sementara dengan penggantian material bambu menggunakan kayu yang lebih kuat dan tebal.

"Harapannya, dengan materialnya diganti, dapat memberi keamanan dan kenyamanan lebih bagi pengguna jembatan. Itu sementara, nanti di tahun 2020 kita bangun jembatan gantung dengan material besi di Kampung Persen, sehingga lebih kokoh lagi," tegasnya.

Senada, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Iswa Aminuddin menegaskan akan segera memulai perencanaan teknis untuk membangun jembatan gantung di Kampung Persen.

"Membangun infrastruktur di daerah dengan kondisi medan seperti di Kampung Persen itu tidaklah mudah. Salah satu kendalanya nanti pada saat mobilisasi alat berat dan material. Maka dari itu, kami membutuhkan waktu untuk menyusun perencanaan teknis yang matang terlebih dahulu sebelum memulai pembangunan," kata Iswa.


Di sisi lain, Hendi mengingatkan warga untuk kembali menggiatkan siskamling guna menghentikan tindak kriminal pembakaran mobil yang terjadi di beberapa wilayah Kota Semarang.

"Dari 15 kejadian di Kota Semarang, belum jelas niat pelaku melakukan pembakaran yang rata-rata dilakukan sekitar pukul 00.00 hingga 05.00 WIB. Jangan takut! Ayo, kita lawan bersama-sama! Saat ini total ada 1.770 personel kepolisian yang diturunkan di setiap kelurahan se-Kota Semarang. Aktifkan lagi siskamling dan buat portal satu pintu khusus untuk malam hari," imbau Hendi. (idr/prf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini