detikNews
Rabu 06 Februari 2019, 19:42 WIB

Prabowo: Ada yang Bilang Saya Tak Ngerti Ekonomi, Saya Bisa Baca Angka

Indra Komara - detikNews
Prabowo: Ada yang Bilang Saya Tak Ngerti Ekonomi, Saya Bisa Baca Angka Prabowo Subianto (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritik pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia juga mengatakan sempat ada yang menyinggung dirinya tak paham soal ekonomi.

"Ada yang bilang Prabowo tak ngerti ekonomi makro, Prabowo bisa baca angka, angkanya menunjukkan tak baik untuk kita sekarang dan saya tulis dalam buku, yaitu inti masalah Indonesia sudah berapa puluh tahun dari sejak zaman penjajahan adalah kekayaan Indonesia tak tinggal di Indonesia, kekayaan Indonesia dibawa lari ke luar negeri, kekayaan kita mengalir ke luar negeri, dan itu pernah disampaikan Bung Karno," kata Prabowo di Hall Sport Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019).



Prabowo juga mengatakan lapangan kerja saja tidak cukup jika upah buruh naik. Menurutnya, harus ada pergantian di struktur pemerintah untuk perbaikan Indonesia.

"Tidak mungkin kita cukup lapangan kerja, tak mungkin upah kalian tambah baik, saya katakan tak mungkin kalau sistem sekarang diteruskan, kalau elite ini terus berkuasa, tak mungkin ada perbaikan Indonesia," paparnya.



Kritik itu disampaikan Prabowo karena dia meyakini Indonesia adalah negara yang kaya. Oleh sebab itu, banyak negara pada zaman dulu datang ke Indonesia.

"Kenapa kita yakin karena kita tahu betapa kayak republik kita, kalau tak kaya untuk apa orang asing datang ke sini. Ngapain datang ke sini kalau kita miskin. Dari dulu mereka yang ke sini. Belanda yang ke sini. Dia ke sini ratusan tahun yang lalu karena kekayaan kita. Rempah kita. Hasil bumi kita. Tapi sekarang karena kita yakin dan kita lihat bagaimana caranya untuk kekayaan ini dimanfaatkan untuk rakyat seluruhnya. Caranya adalah memiliki dan bangun pemerintahan yang bersih dari korupsi," jelasnya.



Prabowo sudah mempelajari negara-negara yang gagal mengelola bangsanya. Dia berjanji akan melahirkan pemerintahan yang bebas dari korupsi.

"Karena itu, demi, untuk, supaya kekayaan ini bisa dikelola, bisa dimanfaatkan rakyat banyak, kita memerlukan lembaga yang bebas dari korupsi," katanya.

Pada kesempatan itu, Prabowo sempat memuji ahli ekonomi Rizal Ramli sebagai sosok yang pintar. Prabowo berkelakar eks menteri era Jokowi itu disebut lebih pantas jadi presiden karena kepintarannya.

"Mungkin dari segi otak beliau (Rizal) lebih pantes jadi presiden, dari segi otak. Dari segi potongan baju mungkin saya yang cocok," katanya.

Dalam acara itu, Prabowo sesekali memperlihatkan gimik joget Gatot Kaca, seperti saat debat perdana pilpres. Gatot lalu bercerita mendapat masukan dari emak-emak soal gaya Prabowo yang kadang tegas dan kadang menampilkan sisi humor.

"Tadi malam saya ada acara, ada yang ingetin saya kalau pidato jangan banyak guyon. Iya, Mbak lebih senior dari saya. Tapi dua jam kemudian saya ketemu lagi (emak-emak lain), 'Mas Bowo kalau pidato lebih banyak lucunya dong.' Gimana ini emak-emak. Ada lagi perempuan ketiga, 'Mas Bowo udah ajalah ikuti kata hati Mas Bowo, mau guyon kek, mau nggak.' Saya kira yang ketiga ini yang akan saya sampaikan di hati saya," kata Prabowo.
(idn/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com