Warga Kampung Bahagia Bekasi Urunan Fogging demi Cegah DBD

Warga Kampung Bahagia Bekasi Urunan Fogging demi Cegah DBD

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 06 Feb 2019 18:24 WIB
Warga Kampung Bahagia Bekasi Urunan Fogging demi Cegah DBD
Pengasapan untuk mencegah DBD di Kampung Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi (Foto: dok. Istimewa)
Bekasi - Demam berdarah dengue (DBD) tengah mewabah. Warga mulai melakukan pemberantasan sarang nyamuk, salah satunya dengan cara pengasapan (fogging).

Seperti yang dilakukan warga RT 05/05 Kampung Bahagia, Kelurahan Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi. Warga rela urunan membeli cairan kimia untuk melakukan fogging.

"Kemarin kita lakukan (fogging), sore habis Asar pukul 16.00 WIB. (Dana) dari internal kita saja, patungan kita, kita nyari pinjeman alatnya," kata Ketua RT 4 Fathurrohman saat dihubungi, Rabu (6/2/2019).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai saat ini memang belum ada warga Kampung Babelan yang terjangkit DBD. Namun warga dengan kesadarannya melakukan pengasapan untuk mencegah agar DBD tidak menjangkit di kampung mereka.

Tanah kosong menjadi tempat pembuangan sampah.Tanah kosong menjadi tempat pembuangan sampah. (Isal Mawardi/detikcom)


Pengasapan ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada pekan ketiga di Januari 2019, warga juga melakukan fogging di lingkungannya.

"Kita melihat ada berita tentang itu, meski belum ada korban, cuma kita preventif saja. Kita kan sudah sosialisasi di grup WhatsApp," jelasnya.



Warga khawatir DBD menjangkit di lingkungan perkampungan karena banyak tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Banyak lahan kosong yang dijadikan oknum membuang sampah sembarangan juga menjadi 'tempat favorit' nyamuk untuk bersarang.

"Kan banyak tempat kosong, banyak rumput tinggi di situ. Itu kan potensi banyak nyamuk, meskipun bukan (nyamuk) DBD kan banyak nyamuk," ujar Fathurrohman.

Warga RT 4 bekerja sama dengan RT 5 untuk membeli obat dalam rangka pengasapan itu.

"Untuk chemical-nya saja itu kurang-lebih Rp 500 ribu. Kalau alatnya kita sudah punya dari dulu. Pakai uang kas sekitar Rp 10 juta," ujar Ketua RT 05 Sugiono.

Lahan kosong banyak ditumbuhi pepohonan yang berpotensi jadi sarang nyamuk. (Isal Mawardi)Lahan kosong ditumbuhi pepohonan yang berpotensi jadi sarang nyamuk. (Isal Mawardi/detikcom)

Sugiono mengatakan pihaknya memiliki program rutin mencegah DBD, yakni fogging 3 bulan sekali dan kerja bakti warga setiap bulan.

Sugiono mengatakan program fogging tersebut murni inisiatif dari warga. Obat dan alat, kata Sugiono, menggunakan kas RT. Tenaga penyemprotan juga menggunakan warga.

"(Kesadaran warga) cukup positif," ujar Sugiono.




(mea/mea)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads