Minyak Tanah Langka di Yogya

Gara-gara BBM Hendak Naik

Minyak Tanah Langka di Yogya

- detikNews
Rabu, 14 Sep 2005 18:18 WIB
Yogyakarta - Yogyakarta kembali dilanda langka minyak tanah gara-gara ada rencana kenaikan harga BBM awal Oktober. Tidak hanya sulit dicari, namun harga minyak tanah di pedagang eceran juga melonjak mencapai Rp 1.400/liter atau melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan.Di sejumlah pangkalan minyak tanah di Kota Yogyakarta, meski baru saja menerima pasokan dari Pertamina, dalam waktu tidak kurang dari 4 jam sudah habis terjual. Harga minyak di pangkalan tetap sesuai HET atau sesuaiketentuan Gubernur DIY sebesar Rp 1.000/liter."Saya terpaksa membeli minyak tanah hingga Pasar Pingit Jetis, padahal biasanya beli di Pasar Serangan Ngampilan selalu tersedia, tapi sejak Senin kemarin sudah tidak ada. Di pasar Pingit minyak tanah harganya Rp 1.400/liter," kata Ny Wagiran pedagang makanan di Jl KH Ahmad Dahlan kepada detikcom, Rabu (14/9/2005)..Dari pantauan detikcom, di pangkalan minyak tanah milik Sumarno di Jalan Tamansiswa 38 Yogyakarta sejak pukul 08.00 WIB terjadi antrean para pembeli minyak tanah. Pangkalan minyak tanah miliknya mendapat jatah dari agen setiap Selasa dan Kamis sebanyak 5 ribu liter."Kemarin sore baru didrop oleh agen 3 ribu liter, tapi hari ini baru 4 jam sudah habis terjual. Itu pun setiap pembelian sudah dibatasi maksimal 20 liter," katanya.Menurut dia, distribusi minyak tanah dari agen ke pangkalan miliknya selalu lancar. Namun karena jumlah pembeli meningkat, maka dalam waktu singkat juga habis.Biasanya dua kali droping dalam seminggu itu sudah cukup untuk memenuhi permintaan langganan di sekitar Kecamatan Mergangsan dan sekitarnya. Namun kalau jatah droping dua kali seminggu itu dirasakan tidak mencukupi, dirinya mengajukan penambahan permintaan kepada agen di Kecamatan Gondokusuman."Biasanya yang membeli minyak hanya warga sekitar saja, tapi sekarang ada warga kecamatan lainnya yang ikut membeli di sini. Bahkan ada yang menitipkanjerigen lebih dulu meski jatah dari agen belum datang," katanya.Sementara itu menurut Ny Sumarsih, salah seorang pedagang eceran di Kotagede, hari ini dirinya hanya bisa menjual minyak tanah sebanyak 50liter dengan harga eceran Rp 1.200/liter.Menurutnya, harga tersebut lebih murah dibandingkan dengan harga eceran di tempat lain seperti di Kecamatan Banguntapan dengan harga Rp 1.400/liter."Hari ini kami kulakan dari pangkalan minyak sebanyak 50 liter, sekarang sudah hampir habis tinggal beberapa liter saja," katanya.Tak PanikSecara terpisah Kepala Disperindag DIY Syahbenol Hasibuan mengatakan, kuota minyak tanah untuk DIY dalam setahun sebanyak 400 ribu kilo liter. Rata-rata setiap triwulan kuota minyak hanya sekitar 100 ribu kilo liter. Kelangkaan kemungkinan dipicu oleh rencana kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah bulan Oktober mendatang.Namun warga DIY diminta tidak panik menghadapi situasi tersebut sehingga tidak perlu melakukan aksi borong atau menimbun persedian minyak tanah. "Hingga bulan Agustus lalu kuota DIY masih mencukupi sehingga belum perlu ada operasi pasar. Namun untuk distribsi agar tetap lancar kami akan ikut mengawasi," katanya. (nrl/)


Berita Terkait