"Dari empat orang ini, dua orang di antaranya berasal dari Kota Bima dan dua orang lagi berasal dari Kabupaten Dompu," kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Nurhandini Eka Dewi di Mataram, sebagaimana dilansir Antara, Rabu (6/2/2019).
Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah kasus DBD di NTB sebanyak 449 kasus, terbanyak di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 105 orang suspek DBD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nurhandinidia, anak-anak ini paling cepat rentan makanya kenapa lebih banyak dari orang dewasa. Ia menambahkan, menyusul banyaknya penderita DBD tersebut, pihaknya menyatakan telah meningkatkan kewaspadaan dan langkah-langkah antisipasi, sehingga kasus DBD di NTB tidak semakin meluas. Sebab, ia memperkirakan kasus DBD tersebut akan mencapai puncaknya hingga Maret 2019.
"Kalau melihat polanya, kasus DBD di NTB saat ini sudah masuk puncaknya. Makanya kita sudah bersurat kepada bupati/wali kota termasuk Dinas Pendidikan dan Kanwil Kementerian Agama untuk melakukan penanganan di sekolah-sekolah, termasuk melakukan gerakan tiga M (mengubur, menguras dan menutup) tempat di mana tumbuhnya jentik nyamuk, selain upaya pengasapan (fogging)," katanya.
(asp/asp)











































