Penggali Kubur (Alm) Rini Sakit

Kasus Flu Burung

Penggali Kubur (Alm) Rini Sakit

- detikNews
Rabu, 14 Sep 2005 17:31 WIB
Semarang - Dilihat dari wajahnya, Agus Suhartoko (46), tampak khawatir. Dua hari setelah menggali kubur almarhumah Rini Dina Prihatiningsih yang meninggal diduga karena flu burung, lelaki beranak satu itu mengaku pusing, badannya lemas, dan batuk. Tertular flu burung?"Saya tidak tahu. Pokoknya kemarin itu badan saya lemas banget dan kepala pusing. Perut saya juga mual. Saya sempat kerokan," katanya ketika ditemui di rumahnya, Jl. Jomblang Barat 664, Kel Candi, Kec Candisari,Semarang, Rabu (14/9/2005) sore.Totok -- demikian ia biasa dipanggil -- khawatir dirinya tertular flu burung.Untunglah, tim Depkes yang mengambil sampel darahnya kemarin menyatakanpadanya belum ada kasus flu burung menular dari manusia ke manusia. "Moga-moga saja begitu," katanya dengan penuh harap.Lelaki yang mengaku pernah kuliah di Universitas Pattimura Ambon itu menjelaskan, hari ini kondisi badannya sudah lebih baik. Gejala pusing,mual, dan lemas sudah tidak dirasakannya lagi. "Tinggal sedikit batuk,"ucapnya.Setiap hari selama dua minggu, lanjutnya, tim dokter dari Dinkes KotaSemarang mengecek kondisi badannya. Ketika mengetahui sakitnya Totok, timdokter tidak banyak berkomentar. Mereka menduga Totok hanya kelelahan."Tadi waktu ke sini, mereka (tim dokter) bilang begitu. Katanya, tensi darahsaya sudah normal. Meski tahu saya sakit, mereka tidak memberi obat atauresep apa pun," keluhnya.Totok tidak menyalahkan keluarga almarhumah Rini yang tidak memberitahunya soal penyakit flu burung. Setelah mengetahui jenazah yang baru dikuburkannya terjangkit penyakit berbahaya, dia menelepon salah satu anggota keluarga yang kebetulan merupakan teman dekatnya."Dia bilang, kalau ada apa-apa saya disuruh memberitahu keluarga. Merekaakan mengusahakan segalanya," imbuh lelaki yang bekerja sebagai penggalikubur sejak usia 11 tahun itu.Totok berharap, sakit yang dirasakannya tidak terkait dengan penguburanalmarhumah Rini. Untuk menenangkan pikirannya, berkali-kali dia menyatakan,kemungkinan besar dirinya memang kelelahan dan terlalu berpikir yangtidak-tidak."Saya memang sedikit stres ketika tahu yang saya kuburkan punya penyakitmenular berbahaya," kata lelaki yang ketika diwawancarai hanya memakai kaosdan celana sederhana itu. Tanpa banyak tanya, dia bercerita banyak hal.Termasuk kisah hidupnya selama di Ambon puluhan tahun lalu. (nrl/)


Berita Terkait