Buang Hajat eh Diterkam Macan!

Buang Hajat eh Diterkam Macan!

- detikNews
Rabu, 14 Sep 2005 17:05 WIB
Pekanbaru - Konflik antara manusia dan harimau sumatera masih terus terjadi di Riau. Menyempitnya wilayah jelajah raja hutan itu salah satu pemicu utamanya. Tiga bulan terakhir tiga orang diterkam harimau, satu di antaranya jadi korban ketika sedang buang hajat.Nasib malang itu di antaranya menimpa Lukman Lubis (25), seorang operator buldoser dari PT Tri Sakti Mandiri yang merupakan kontraktor PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), sebuah perusahan kertas terbesar di Asia Tenggara.Pada 29 Agustus 2005 lalu, menjelang waktu salat magrib, Lukman diajak koleganya, Sitorus, untuk menemani mandi. Lokasi mandi yang biasa mereka gunakan sekitar 70 meter dari tempat kerja mereka di Desa Rantau Kasih, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau. Kawasan itu tercatat sebagai penyangga hutan Tesso Nilo yang kini dikenal sebagai kawasan konservasi. Lokasi itu juga dikenal sebagai habitat harimau sumatera.Ketika Sitorus asyik mandi, Lukman pamit hendak buang hajat ke tempat yang jaraknya hanya 20 meter dari kali, lokasi mandi Sitorus. Waktu itu matahari sudah mulai redup, pertanda waktu beranjak malam.Setelah beberapa saat, Sitorus menyelesaikan mandinya. Saat itulah jeritan keras terdengar. Spontan Sitorus mencari sumber suara itu. Dia mencari Lukman. Tapi karena suasana sudah gelap, dia kesulitan mendapatkan temannya itu.Akhirnya Sitorus pun lari tunggang langgang kembali ke kampnya untuk mengambil senter dan mengajak dua rekannya. Mereka lalu mencari sumber jeritan yang diduga suara Lukman itu.Begitu sampai di lokasi Lukman biasa buang hajat, nyala senter pun diarahkan di sekeliling semak belukar. Duh, alangkah terkejutnya, saat cahaya senter menimpa sesosok bayangan. Ternyata, seekor harimau sumatera tengah berdiri di atas tubuh Lukman Lubis!Saking kagetnya, ketiga teman Lukman pun kontan menjerit. "Tolong, tolong, ada macan!" seru mereka.Mendengar teriakan histeris itu, orang-orang yang biasa mengais rezeki di kawasan hutan itu berhamburan mendekati ketiga pemuda yang tengah ketakutan itu. Tapi mereka juga bingung bagaimana cara mengusir harimau yang tengah mencicipi daging Lukman yang naas itu. Salah seorang pekerja mencoba menghidupkan eskavator dan diarahkan ke harimau tadi.Melihat alat berat itu, rupanya si raja hutan ini keder juga. Dia pun menjauh dengan mulut berlumuran darah. Setelah dipastikan binatang ganas itu menjauh sekitar 150 meter, Sitorus dkk mencoba memberikan pertolongan pada Lukman. Tapi luka pria asal Kota Padang Sidimpuan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara itu, terlalu parah. Lelaki yang kabarnya masih lajangan itu pun tewas di tempat."Hingga saat ini kita belum bisa menemukan harimau yang telah memangsa manusia itu. Tapi kita perkirakan harimau itu sebelumnya sudah pernah kena jerat. Ini bisa kita lihat dari tapak kakinya yang berbeda dengan kondisi tapak harimau normal," kata M Noer Anam Staff dari WWF Indonesia-Riau Program kepada detikcom, Rabu (14/9/2005) di ruang kerjanya, Jl Durian, Pekanbaru.M Noer memperkirakan, harimau yang memangsa manusia itu biasanya berusia uzur. Sebab harimau yang sudah tua biasanya tidak mampu lagi untuk berburu mencari mangsa."Konflik ini terus terjadi karena wilayah jelajah harimau kian menyempit. Habitat mereka sudah banyak beralih fungsi menjadi kawasan kebun sawit, Hutan Tanaman Industri dan perkampungan masyarakat," jelasnya.Aauuuuummmmm!!! (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads