Soal Propaganda Ala Rusia, Jokowi: Hubungan dengan Putin Sangat Baik

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 05 Feb 2019 23:25 WIB
Dok.detikcom/Presiden Jokowi (Andhika/detikcom)
Jakarta - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) menyebut istilah propaganda Rusia hanya terminologi dari artikel yang dibaca. Jokowi juga menegaskan, hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sangat baik.

Jokowi mengatakan, istilah propaganda Rusia yang dia sebut merupakan terminologi dari artikel di Rand Corporation yang dibacanya. Sehingga istilah itu tidak merujuk pada negara Rusia itu sendiri.

"Sekali lagi, ini bukan urusan negara kita Indonesia dan Rusia, bukan. Saya dengan Presiden Putin sangat-sangat baik hubungannya," kata Jokowi saat ditemui wartawan di kediaman Akbar Tandjung, Jl Purnawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2019).







Jokowi kembali menegaskan, istilah yang dia sebut di depan pendukungnya saat kegiatan kampanye di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada Sabtu (2/2) bukan merujuk pada negara Rusia.

"Ini kita tidak bicara mengenai negara, bukan negara Rusia tapi terminologi dari artikel di Rand Corporation," kata Jokowi.

Artikel itu, menurut Jokowi menjelaskan soal propaganda yang dilakukan dengan cara menyebarkan kebohongan dan pesimisme.





"Sehingga ya memang tulisannya seperti itu, bahwa yang namanya semburan kebohongan, semburan dusta, semburan hoaks itu bisa mempengaruhi dan membuat ragu dan membuat ketidakpastian. Dan itu biasanya di negara-negara lain tanpa didukung oleh data-data yang konkret ya memang seperti itu," jelas Jokowi.

Pihak Rusia sendiri bereaksi terhadap istilah Presiden Jokowi tersebut. Istilah 'propaganda Rusia' itu ditepis oleh Rusia lewat kedutaan besar di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Kedubes Rusia lewat akun Twitter resmi @RusEmbJakarta pada Senin (4/1/2019). Ada 3 cuitan terkait propaganda Rusia ini.

"Berkaitan dengan beberapa publikasi di media massa tentang seakan-akan penggunaan 'propaganda Rusia' oleh kekuatan-kekuatan politik tertentu di Indonesia, kami ingin menyampaikan sebagai berikut," tulis Kedubes Rusia.

Istilah 'propaganda Rusia' itu diungkapkan Jokowi saat menghadiri kampanye dukungan dari Forum Alumni Jawa Timur. Saat itu Jokowi menyebut ada tim sukses yang menggunakan propaganda ala Rusia.

"Begitu banyaknya fitnah, hoax, kabar bohong yang lalu lalang di medsos. Cara berpolitik itu harus memberikan edukasi, cara berpolitik yang penuh keadaban, sopan santun," kata Jokowi dalam deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/2/2019).

Dia mengatakan persoalan terkait banyaknya hoax dan fitnah itu karena adanya upaya adu domba ala asing. Dia menyebut hal itu dilakukan oleh tim sukses, yang menurut Jokowi menyiapkan propaganda ala Rusia. Meski demikian, dia tak menyebut secara gamblang tim sukses yang dimaksud.

"Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia! Yang setiap saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoax, ini yang segera harus diluruskan Bapak-Ibu sebagai intelektual," katanya. (jor/fdn)