Golkar: Kalla Loyal pada SBY

Golkar: Kalla Loyal pada SBY

- detikNews
Rabu, 14 Sep 2005 14:53 WIB
Jakarta - Absennya Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dua kali dalam sidang kabinet tidak dapat menjadi tolok ukur keharmonisannya dengan Presiden SBY terganggu. Hubungan kedua pemimpin negara ini masih adem ayem."Semua selalu ada isu politik. Begitu ada teleconference, semua berkomentar seakan-akan presiden tidak percaya dengan wapres," kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Sumarsono.Sumarsono menegaskan, hubungan keduanya tetap harmonis. "Presiden sangat percaya dengan Wapres. Wapres loyal dengan Presiden," tegasnya menjawab pertanyaan wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta, Rabu (14/9/2005).Sumarsono membantah absennya Kalla karena ada pembatasan wewenang di kabinet. "Tidak, itu kan komentar orang saja," elaknya. Sumarsono juga menilai video teleconfence yang dilakukan SBY adalah hal yang biasa saja. "Presiden ke luar negeri wajar dalam situasi atau keadaan ekonomi sekarang (mengadakan teleconference). Kalau bisa mengikuti detik per detik," ujar dia.Seperti diberitakan, Wapres Jusuf Kalla tidak mengikuti dua dari tiga kali sidang kabinet melalui video teleconference yang dilaksanakan setiap hari selama Presiden SBY di AS. Menurut Kalla, ketidakhadirannya karena Presiden SBY hanya minta informasi dari para menteri.MahalMeski menilai teleconference penting, namun Sumarsono menilai biaya kegiatan itu mahal. Seperti diketahui, total biaya rapat jarak jauh yang dipimpin Presiden SBY dari luar negeri hingga Sabtu 17 September 2005 diperkirakan mencapai Rp 426,4 juta."Teleconference itu mahal, tetapi nilai mahal tidak ada ukurannya dengan kepentingan," bela Sumarsono. (aan/)


Berita Terkait