Tiga Daerah di Sumsel Rawan Penyelundupan BBM
Rabu, 14 Sep 2005 14:43 WIB
Palembang - Hampir semua daerah produsen migas di Indonesia, kini dicurigai berpotensi melakukan penyeludupan ke luar negeri, menyusul terungkapnya kasus penyelundupan BBM di Kaltim. Di Sumatera Selatan, ada tiga titik yang rawan sebagai wilayah penyelundupan.Ketiga titik rawan itu yakni perairan Plaju-Jambi, perairan Palembang-Bangka dan perairan Palembang-Batam. "Ketiga titik rawan ini sekarang mulai dijaga ketat," kata juru bicara PT Pertamina Unit Pemasaran II Palembang Idris Kadir kepada pers di ruang kerjanya di Plaju, Rabu (14/9/2005). Penetapan ketiga titik rawan itu atas temuan Pertamina dengan Polda Sumsel."Namun kita belum menemukan indikasi penyelundupan BBM di Sumsel ini," tegasnya.Sebetulnya, kata Idris, pihaknya kesulitan mengecek pendistribusian bahan bakar minyak setelah di perairan. Namun ke depan ada dua hal yang akan diterapkan yakni memperketat pengawasan administrasi dan terakhir baru distribusi."Kita juga berharap banyak dengan pihak kepolisian agar mengawal proses distribusi secara ketat. Mereka kan punya kewenangan yang sangat luas," katanya.Sebelumnya Kapolda Sumsel Irjen Herman S Sumawiredja seusai sosialisasi kebijakan pemerintah tentang kenaikan BBM di kantor Gubenur Sumsel pada Rabu (13/9/2005) kemarin mengatakan, Polairud terus patroli dan akan menindak pelaku penyeludupan."Hingga saat ini kita terus melakukan antisipasi dan penindakan, banyak yang sudah diajukan ke pengadilan atau (P-21) dengan memakai Undang-Undang Migas," katanya.
(nrl/)











































