Biaya Video Teleconference Presiden SBY Rp 426,4 Juta
Rabu, 14 Sep 2005 13:29 WIB
Jakarta -
Biaya video teleconference yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memimpin rapat dari luar negeri ternyata relatif murah. Total biaya video teleconference hingga Sabtu 17 September 2005 diperkirakan Rp 426,4 juta."Biaya yang dikeluarkan di sini Rp 226,6 juta. Yang dikeluarkan tim advance di AS sekitar US$ 20 ribu. Sehingga total biaya Rp 426,4 juta rupiah," kata Mensesneg Yusril Ihza Mahendra usai sidang kabinet yang dipimpin Presiden SBY melalui video teleconference di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Rabu (14/9/2005).Dijelaskan Yusril, untuk menggelar video teleconference ini pemerintah menggandeng PT Indosat dan PT Excelcomindo Pratama. PT Indosat memberikan penawaran harga dengan diskon 50-70 persen dari harga pasar, sementara PT Excelcomindo Pratama tidak menarik biaya."Jadi pemerintah tidak perlu membayar ke PT Excelcomindo dan dianggap sebagai partisipasi perusahaan tersebut dalam mendukung kegiatan pemerintah, khususnya perjalanan Presiden menghadiri World Summit dan kegiatan lainnya," kata Yusril.Sampai saat ini biaya yang sudah dikeluarkan tim advance dalam mempersiapkan peralatan teleconference di Saint Louis, AS, sebesar US$ 20.000 atau sekitar Rp 200 juta dengan kurs Rp 10.000 per US$ 1. Sedangkan untuk biaya di New York belum bisa diketahui karena sedang berjalan. Perhitungan sementara, lanjut Yusril, seluruh kebutuhan biaya yang diperlukan untuk teleconference di Jakarta dari Saint Louis sebanyak US$ 8.000 atau sekitar Rp 80 juta. Biaya pulsa ISDN untuk teleconference dari Saint Luis Rp 14,6 juta, sehingga biaya teleconference melalui Saint Louis Rp 94,6 juta. Untuk teleconference dari New York biaya set up US$ 8.000 (Rp 80 juta), kemudian biaya pulsa ISDN sampai hari Sabtu mendatang diperkirakan 15 jam, Rp 2 juta perjam, jadi Rp 30 juta plus PPN 10 persen. Maka selama di New York diperkirakan biaya yang akan dikeluarkan Rp 132 juta. Jadi biaya yang dikeluarkan di Jakarta Rp 226,6 juta.Dalam kesempatan itu Yusril juga menjelaskan kegiatan teleconference sudah dipersiapkan sebelum Presiden SBY melakukan perjalanan ke Amerika. Persiapan dilakukan rumah tangga kepresidenan di bawah Setneg maupun staf khusus yang menangani media massa. "Sebelum Presiden SBY berangkat telah diadakan pembicaraan dengan PT Indosat dan PT Excelcomindo Pratama untuk mempersiapkan peralatan yang ada di sini sehingga bisa dilaksanakan teleconference dengan baik," ujar Yusril.Tim advance yang ada di New York juga melakukan koordinasi dengan perwakilan RI. Juga dengan hotel di mana Presiden menginap di Saint Louis. "Kemudian dilakukan beberapa kali uji coba dan akhirnya teleconference ini bisa berjalan dengan baik dan diperkirakan sampai hari Sabtu," demikian Yusril Ihza Mahendra.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































