Pejalan Kaki di Tanah Abang Diatur Ulang Mulai 7 Februari, Begini Alurnya

Rina Atriana - detikNews
Senin, 04 Feb 2019 14:32 WIB
Potret penumpang menunggu KRL di Stasiun Tanah Abang (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Situasi di Tanah Abang terutama di jam-jam sibuk kerap tampak semrawut. Oleh karena itu, mulai 7 Februari 2019, alur pejalan kaki di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, akan diatur ulang.

Informasi tersebut seperti disampaikan oleh PT KCI, Senin (4/2/2019). Pemindahan alur di antaranya warga yang menggunakan KRL melalui gate di hall atas Stasiun Tanah Abang akan diarahkan ke Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) untuk menuju stasiun.

"Penyesuaian ini telah dikordinasikan oleh PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), PT KAI Daop 1 dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Jalan Jatibaru akan dibebaskan dari orang berjalan kaki, menyeberang sembarang, penurunan hingga penjemputan," kata Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikcom dari PT KCI, Senin (4/2).


"Penumpang kereta yang ingin memanfaatkan layanan Transjakarta bisa menuju halte Tanah Abang dengan akses tangga. Begitu pula sebaliknya. Pelanggan Transjakarta bisa mengakses stasiun Tanah Abang. Karena keduanya saling terintegrasi," jelasnya.

PT KCI menjelaskan, pihaknya terus mendukung integrasi antarmoda dengan salah satunya pemanfaatan JPM.

"Pengguna yang hendak melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek daring, ojek, bajaj, taksi, maupun moda lainnya dapat keluar dari hall utara (bangunan baru) Stasiun Tanah Abang," jelas Agung.

"Sementara pengguna yang hendak melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta, Bus Kota lainnya, maupun mikrolet dapat keluar dari hall selatan (bangunan lama) Stasiun Tanah Abang dan mengakses tangga di sisi kanan dan kiri bangunan sesuai petunjuk yang ada di lokasi. Bagi mereka yang hendak berjalan kaki ke kawasan Pasar Tanah Abang juga diarahkan hanya menggunakan JPM, tidak melintas maupun menyebrang sembarangan di Jalan Jatibaru," bebernya.


Sementara itu untuk sebaliknya, warga yang hendak mengakses stasiun dari TransJ atau mikrotrans Jak Lingko, bisa masuk melalui hall selatan (bangunan lama). Sedangkan calon penumpang yang menggunakan moda lain dapat masuk melalui hall utara (bangunan baru) Stasiun Tanah Abang. (rna/tor)