Tujuh Ton Amunisi Dimusnahkan
Rabu, 14 Sep 2005 13:14 WIB
Ambon - Sebanyak tujuh ton amunisi dimusnahkan Kodam XVI Pattimura. Pemusnahan dilakukan dengan dua cara yakni peledakan dan penimbunan."Pemusnahan ini dilakukan karena kondisi amunisi yang sudah tidak bisa digunakan lagi dan menghindari penyalagunaan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura Mayor (Inf) Paiman di Makodam, Jl Kodam, Ambon, Rabu (14/9/2005).Untuk cara peledakan, dilakukan di Sekolah Calon Tantama, Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Sementara penimbunan mengambil lokasi di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala Ambon.Amunisi yang dimusnahkan terdiri dari roket, mortir, peluru, detonator, granat, ranjau, TNT, bom pesawat, bom rakitan. Cara pemusnahannya dengan menggali lubang 2 meter. Setelah bahan-bahan peledak itu ditimbun, di atas gundukan tanahnya diletakkan TNT. Kemudian dari jarak jauh amunisi-amunisi itu diledakkan.Sedangkan yang dimusnahkan dengan cara ditimbun caranya adalah amunisi-amunisi itu dimasukkan ke dalam karung dan ditaburi garam. Lalu ditanam ke lubang sedalam 2 meter. Amunisi yang dibumihanguskan adalah buatan Pindad, Amerika, Korea, Belgia dan Filipina. Peluru yang banyak dimusnahkan berjenis 5,56 MU-5 buatan Pindad yang berjumlah 17.895 butir. Jenis bom rakitan yang dimusnahkan berjumlah 265 bom.Dari tujuh ton amunisi itu, ada yang sudah masuk kadaluarsa. Sebagian lagi merupakan hasil sweeping dan penyerahan masyarakat.
(nrl/)











































