TKN: Jokowi Tidak Panik, tapi Gaspol!

Indra Komara - detikNews
Minggu, 03 Feb 2019 17:33 WIB
Meutya Hafid (Foto: Istimewa)
Meutya Hafid (Foto: Istimewa)
Jakarta - Timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut serangan dari capres petahana Joko Widodo (Jokowi) sebagai bentuk kepanikan. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin membantah.

Timses menyebut pernyataan keras Jokowi adalah respons terhadap serangan-serangan kubu Prabowo yang perlu diklarifikasi.

"Nggak (panik). Ini senada dengan tagline kita 'Gaspol'. Kalau misalnya kubu Pak Jokowi dibilang Indonesia sama dengan Haiti, kita gaspol menjelaskan melalui juru bicara. Sekarang Pak Jokowi menanggapi langsung. Dan saya rasa setelah begitu banyak isu memang saatnya beliau menanggapi secara lugas, tidak lagi terlalu permisif terhadap informasi yang salah, yang diarahkan ke beliau. Jadi ini bukan tanda kutip kepanikan, kita memang sedang menambah semangat tagline baru, dengan gaspol," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Meutya Hafid, saat dihubungi,Minggu (3/2/2019).


Penyataan tajam Jokowi kepada Prabowo disampaikan saat kampanye di Surabaya dan Semarang pada Sabtu (2/2) kemarin. Jokowi menjawab soal isu-isu yang sempat menyerang pemerintahannya, dari isu hoax Ratna Sarumpaet, isu Indonesia bubar, hingga kritik infrastruktur.

TKN: Jokowi Tidak Panik, Tapi Gaspol!Jokowi mendapat dukungan dari 'Sedulur Kayu dan Mebel Jokowi' (Andhika/detikcom)

Menurut Meutya, apa yang disampaikan Jokowi merupakan bentuk respons untuk melakukan klarifikasi. Langkah Jokowi dinilai sudah tepat untuk meluruskan isu di tengah masyarakat agar tak salah informasi.

"Jadi itu semua memang yang sudah disampaikan Pak Prabowo. Beliau ingin menjawab, beliau tak ingin publik, karena beliau menyampaikan berkali-kali kalau itu salah sampaikan ke publik, jangan sampai publik mendapat informasi yang salah. Haiti perlu diluruskan, bahwa itu tidak benar bahwa kita sejajar dengan Haiti," jelasnya.

"Bahwa beliau cukup keras menanggapi serangan dari lawan, pada akhirnya iya betul, tapi ini kan dia merespons, bukan menyerang duluan. Merespons kasus-kasus yang dilemparkan kepada beliau: kasus Haiti, kasus Ratna, kasus Indonesia bubar, itu kan hal yang perlu beliau klarifikasi untuk menenangkan masyarakat, supaya masyarakat memilih tidak dalam ketakutan Indonesia akan bubar, jadi saya melihatnya pada taraf itu saja, jadi beliau bukan ingin menyerang," lanjut Meutya.

Sebelumnya, Jokowi bicara tajam menjawab isu yang dilontarkan kubu Prabowo-Sandiaga. Capres nomor urut 01 itu menyinggung beberapa pernyataan Prabowo yang menjadi kontroversi, dari prediksi Indonesia bubar, Indonesia dikhawatirkan seperti Haiti, hingga hoax Ratna Sarumpaet.

Jokowi menyampaikan hal tersebut saat berkampanye di Surabaya, Jawa Timur, dan Semarang, Jawa Tengah. Di Semarang, Jokowi menyinggung soal ada yang bilang Indonesia akan bubar dan punah. Dia meminta bila ada yang berbicara soal Indonesia bubar dan punah, jangan ajak-ajak rakyat Indonesia.

"Masak, ada yang bilang Indonesia bubar dan Indonesia punah? Ya bubar sendiri saja, punah sendiri saja. Tapi jangan ajak-ajak kita rakyat Indonesia," kata Jokowi.
Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini
(idn/imk)