Teleconference SBY Sinyal Something Wrong di Kabinet
Rabu, 14 Sep 2005 11:29 WIB
Jakarta - Tindakan SBY memimpin rapat via teleconference panen kritik. Rapat jarak jauh semakin memperjelas gambaran kabinet tidak kompak."Teleconference menunjukkan sinyal something wrong di kabinet," pendapat anggota DPR RI Rama Pratama. Politisi PKS ini menyampaikan hal tersebut sebelum dia menghadiri seminar bertajuk "Indonesia Kita" di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2005)."Saya sudah sejak awal menyatakan kabinet unorganize sehingga klaim rapat 10 jam tidak menghasilkan real solution. Makanya saya bilang perlu reshuffle karena ada ketidakkompakan. Itu diperkuat tindakan presiden melakukan teleconference," imbuh aktivis mahasiswa 1998-an ini.Sesuai UU, menurut Rama, jika presiden ke luar negeri maka otomatis menyerahkan rapat kabinet ke wakil presiden. "Jadi teleconference tidak efektif," kata Rama.CerobohKomentar senada juga dilontarkan politisi muda PDIP Budiman Sudjatmiko yang menilai teleconference lebih merupakan suatu show off dan tidak ada artinya. "Ini menunjukan kecerobohan dan kekonyolan karena sidang kabinet bercerita hal strategis, fundamental dan confidential," komentar Budiman. Menurutnya, rapat kabinet harusnya tidak bisa diketahui publik dan hanya boleh diketahui pejabat setara menteri. Sementara, fasilitas teleconference dirasa mengkhawatirkan, karena bisa saja dibobol pihak-pihak tertentu yang paham teknologi."Dengan sidang dilaksanakan di luar neggeri menjadi pemberian informasi gratis seperti rumah kaca. Orang yang belum tentu punya niat baik mengetahui isi sidang kabinet," lanjut mantan Ketua Umum PRD ini.Dia juga menilai teleconference tidak efektif dan ada aspek keamanan yang tidak sensitif.
(aan/)











































