DetikNews
Sabtu 02 Februari 2019, 21:18 WIB

JK Resmikan Pengiriman Perdana Fast Router Made in Indonesia ke AS

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK Resmikan Pengiriman Perdana Fast Router Made in Indonesia ke AS Wapres JK saat meresmikan pengiriman perdana produk fast router buatan Indonesia ke Amerika Serikat (Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Batam - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meresmikan pengiriman perdana produk fast router, wireless wave 2 buatan perusahaan swasta Indonesia, PT Sat Nusapersada ke Amerika Serikat. Total nilai pengiriman ke AS tersebut sebesar USD 3,7 juta.

Peresmian ini dilakukan secara simbolis di Kantor PT Sat Nusapersada, Batam, Sabtu (2/2/2019). Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga hadir dalam kesempatan tersebut.

"Pemerintah membikin, menghargai kemajuan industri seperti ini, pertama (karena) dunia ini akan digerakkan oleh kemajuan teknologi. Apabila kita tidak mengejar kemajuan teknologi maka kita akan ketinggalan. Kita hanya menjadi konsumen teknologi, kita juga menjadi tertinggal," kata JK dalam sambutannya.


JK melanjutkan, negara juga membutuhkan pemasukan devisa yang besar dengan cara melakukan ekspor produk dalam negeri. Salah satunya ekspor produk dalam negeri hasil perusahaan swasta.

"Dan juga ini merupakan bagian daripada upaya pemerintah. Kita butuh lapangan kerja, Indonesia lapangan kerja selalu dibutuhkan, dan lapangan kerja di manufaktur perlu dimajukan karena dengan UMR yang katakan lah rata-rata 3 juta, di sini (Batam) lebih baik malah, tapi rata-rata 3 juta di Indonesia, itu artinya 3 kali lipat dibandingkan dengan penghasilan masyarakat petani," ujar JK.

JK mengatakan, untuk maju, Indonesia harus melakukan kombinasi dalam meningkatkan produksi pertanian dan produksi manufaktur. Menurut JK, penghasilan rata-rata petani di Indonesia dalam sebulan hanya Rp 1 juta. Berbeda dengan pekerja manufaktur yang rata-rata gaji perbulannya mencapai Rp 3 juta.


"Jadi kenapa orang (datang merantau) bekerja di Batam dan seluruh (daerah industri) Indonesia. Batam ini di Indonesia, ada (yang datang) dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, Kalimantan, untuk bekerja di sini. Karena manufaktur memang menjadi bahagian daripada upaya kita untuk meningkatkan pendapatan bagi masyarakat. Dan tiap tambahan tadi 7.000 ke 9.000, itu sama saja kalau sawa 1 hektare itu dikerjakan dengan 3 orang," jelasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Direktur Utama PT Satnusapersada Abidin mengungkapkan, perusahaannya juga memproduksi beberapa merek smartphone ternama. Hal ini berkat adanya kebijakan pemerintah yang menerapkan kebijakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 30 persen untuk produk smartphone.

"Peresmian pengiriman fast router perdana ke Amerika Serikat pada hari ini senilai USD 3,7 juta. Kami juga tidak lupa terima kasih kepada pemerintah telah mendukung perusahaan dalam negeri. Diterapkan peraturan TKDN atau tingkatan kandungan dalam negeri, khusus untuk produk smartphone. Sat Nusa telah sanggup melakukan produksi," kata Abidin dalam sambutannya.


"Bila perlu Pak (Wapres JK), TKDN ditingkatkan, kami sudah siap menyanggupi ke depan 40 persen, saat ini 30 persen. Kami juga telah memproduksi berbagai merek terkenal di dunia seperti Asus, Xiaomi, Huawei. Smartphone yang diproduksi oleh Sat Nusa eksport ke beberapa negara seperti India, Jerman, Prancis di kotak luarnya ada tulisan made in Indonesia," lanjutnya.

Dikatakan Abidin, Sat Nusapersada saat ini telah memperkerjakan kurang 7.000 tenaga kerja. Dan dengan peresmian ekspor produk ke AS tersebut Sat Nusa akan menambah 2.000 tenaga kerja yang baru.

"Kami harapkan agar peraturan TKDN bisa ditingkatkan ke produk yang lain seperti laptop, TV, kulkas, dan elektronik yang lainnya. Kebutuhan laptop di Indonesia prediksi pertahun adalah 3 juta unit. Data yang kami dapat adalah impor laptop pertahun kenaikannya 41 persen. Jika laptop di-TKDN-kan, prediksi kita menciptakan lapangan kerja yang baru sekitar 30.000 tenaga kerja, laptop akan berinvestasi di Indonesia," ungkap Abidin.
(nvl/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed