detikNews
Sabtu 02 Februari 2019, 19:15 WIB

Penjelasan Pengacara soal Pemberkatan Nikah Tahanan Richard Muljadi

Ferdinan - detikNews
Penjelasan Pengacara soal Pemberkatan Nikah Tahanan Richard Muljadi Richard Muljadi (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Pengacara Richard Muljadi, Baso Fakhruddin, memastikan kliennya mendapat izin pemberkatan nikah di Gereja Katedral, Jakarta. Tak ada pesta, Richard Muljadi, yang berstatus terdakwa kasus narkoba, hanya sebentar di Katedral, lalu kembali ke RSKO.

"Intinya, kemarin hanya acara gereja doang, tidak mengundang pihak-pihak apa, tidak ada pesta. Kalau ada berita resepsi pernikahan, itu sudah hoax. Kalau pernikahan pada saat proses hukum sudah selesai, baru menikah resmi," kata Baso Fakhruddin saat dimintai konfirmasi, Sabtu (2/2/2019).

Rencana pemberkatan Richard Muljadi dan pasangannya Shalvynne Chang, menurut pengacara, sebenarnya terjadwal pada September 2018. Namun tertunda karena Richard Muljadi ditangkap polisi lantaran diduga mengkonsumsi narkotika.





Padahal Richard Muljadi, sambung pengacara, sudah menjalani tahap pranikah, yang disebut Kanonik.

"Sebelum kejadian peristiwa hukum Richard, Richard kan sudah konseling, sudah Kanonik, sudah beberapa kali. Sebenarnya waktu itu Richard sudah menunggu pemberkatan. Kalau pernikahan, nanti resmi sahnya pada saat di catatan sipil," imbuh pengacara.

Keluarga kemudian mendapat pemberitahuan dari Gereja Katedral soal batas waktu pemberkatan. Akhirnya keluarga, menurut pengacara, mengajukan izin ke RSKO, tempat Richard Muljadi menjalani rehabilitasi, pada pertengahan Januari 2019.





"Karena kejadian hukum Richard, tertunda, tapi pihak Katerdral mengejar jadwal pemberkatannya. Akhirnya kemarin dilakukan pemberkatan cuma sebentar, keluarga doang pemberkatan, kemudian kembali ke tempat rehab. Jadi nggak ada pesta pernikahan," terang Baso Fakhruddin.

Saat pemberkatan nikah di Katedral pada Jumat (1/2) kemarin, pihak RSKO mendampingi Richard Muljadi. Setelah pemberkatan selesai, Richard Muljadi kembali dibawa ke RSKO Cibubur.

"Ini hanya pemberkatan di gereja, cuma didoain saja sama romonya, sama keluarga, sama umat gereja di Katedral," ujar Baso Fakhruddin.

Soal izin ini, pihak Kejari Jaksel mengaku tak tahu-menahu. Sedangkan Humas PN Jaksel belum dapat dimintai konfirmasi mengenai izin keluar tahanan.
(fdn/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com