DetikNews
Sabtu 02 Februari 2019, 16:05 WIB

TKN Bela Puisi Sri Mulyani Balas Prabowo: Dia Menkeu Terbaik Dunia

Elza Astari Retaduari - detikNews
TKN Bela Puisi Sri Mulyani Balas Prabowo: Dia Menkeu Terbaik Dunia Abdul Kadir Karding (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani membalas kritik Prabowo Subianto lewat puisi. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin heran mengapa kubu Prabowo-Sandiaga menjadikan Sri Mulyani sebagai komoditas politik.

"Masyarakat lebih tahu orang-orang yang berprestasi karena buktinya jelas, telah terbukti dibanding orang-orang frustrasi. Orang frustrasi artinya orang yang emosi, nyinyir, yang menebar pesimisme, menyebar hoax," ungkap Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, kepada wartawan, Sabtu (2/2/2019).

Sri Mulyani membuat puisi atas kritik Prabowo yang menyebutnya sebagai menteri pencetak utang. Serangan kepada Sri Mulyani sebagai lanjutan kritik Prabowo mengenai utang negara.


"Memang aneh di Indonesia ini utang jadi komoditas politik. Tidak ada satu pun negara yang tidak utang, dan batas utang kita itu masih sangat normal, wajar sesuai dengan aturan. Kita masih 27-29 persen dari PDB (produk domestik bruto) kita," kata Karding.

"Dan yang terpenting bahwa utang-utang yang dilakukan itu juga produktif, untuk infrastruktur, jalan, untuk pembangunan desa, pendidikan. Kemudian kesehatan, bukan hal-hal konsumtif seperti pada pemerintahan-pemerintahan masa lalu, untuk subsidi, yang notabene yang disubsidi kebanyakan orang-orang mampu," imbuhnya.

Karding balas mengkritik kubu Prabowo-Sandiaga Uno. Ia menyebut pasangan nomor urut 02 itu belum memiliki bukti keberhasilan, berbeda dengan pihak Jokowi, yang dikatakannya telah banyak memberi prestasi, termasuk lewat pekerjaan Sri Mulyani.

"Mereka kebanyakan bicara tetapi tidak bisa bekerja, bahkan belum punya bukti apa pun. Bukti mereka adalah kegagalan demi kegagalan. Gagal menjadi presiden, gagal menjadi capres, jadi itu yang saya sebut tidak perlu dihiraukan. Kita terus saja bekerja," sebut Karding.

Politikus PKB ini yakin masyarakat sudah jauh lebih memahami mana yang sudah bekerja untuk mereka, dan mana yang hanya janji-janji semata. Karding pun memberi pujian kepada Sri Mulyani, yang dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik 2019 dengan gelar Finance Minister of the Year 2019 Global and Asia Pacific dari majalah keuangan The Banker.


"Apa yang dilakukan Bu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan saya kira luar biasa. Banyak prestasi yang membanggakan, bahkan Bu Sri Mulyani itu salah satu menteri keuangan terbaik, tidak hanya di Asia, tapi di dunia. Tapi di negeri sendiri justru banyak di-framing, dinyinyirin," tegasnya.

Seperti diketahui, Sri Mulyani membalas kritik Prabowo lewat puisi yang isinya soal kinerja pemerintahan Jokowi. Puisi itu menyindir pihak yang menyebutnya menteri pencetak uang.

BPN Prabowo-Sandiaga menyindir balik Sri Mulyani. Menurut jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, tak perlu ada yang dibanggakan Sri Mulyani dari kewajiban pemerintah.

"Itu tugas pemerintah, nggak perlu Anda banggakan, kalau Anda nggak ikhlas, Anda mundur saja. Nah, permasalahannya yang dikritik Pak Prabowo, hal yang Anda lakukan membangun jalan, jembatan, lalu embung, dan hal lainnya itu bisa dilakukan tanpa berutang kalau pemerintahnya kreatif," tutur Andre.

Berikut puisi Sri Mulyani:

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami menyelesaikan
Ribuan kilometer jalan raya, toll, jembatan Untuk rakyat, untuk kesejahteraan
Kami menyelesaikan
Puluhan embung dan air bersih,
bagi jutaan saudara kita yang kekeringan
Puluhan ribu rumah, untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja menyediakan subsidi
Jutaan sambungan listrik untuk rakyat untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok
Kami terus bekerja
Meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin
Menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin
Menyekolahkan 20 Juta anak miskin untuk tetap dapat belajar menjadi pintar

Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang,

Kami bekerja siang malam
Menyediakan jaminan, agar 96.8 Juta rakyat terlindungi dan tetap sehat.
Merawat Ratusan ribu sekolah dan madrasah,
agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa,
bagi puluhan juta anak-anak kita untuk membangun masa depannya
Kami tak pernah berhenti, agar
472 000 mahasiswa menerima beasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan
20.000 generasi muda dan dosen berkesempatan belajar di universitas terkemuka dunia untuk jadi pemimpin harapan bangsa.
Puluhan juta petani mendapat subsidi pupuk, benih dan alat pertanian,
170.400 hektar sawah beririgasi untuk petani
Jutaan usaha kecil mikro memiliki akses modal yang murah
Jutaan penumpang kereta dan kapal yang menikmati subsidi tiket
Jutaan keluarga menikmati bahan bakar murah
Jutaan pegawai negeri, guru, prajurit, polisi, dokter, bidan, dosen hingga peneliti mendapat gaji dan tunjangan untuk mengabdi negeri

Terus, Kami terus bekerja, agar
74.953 desa mampu membangun, membasmi kemiskinan. 8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat kebih baik
Triliunan rupiah tersedia
membantu saudara kita yang terkena bencana membangun kembali kehidupannya

Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu
Agar engkau TIDAK LUPA

Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA

Aku tak ingin engkau lupa itu.
sama seperti aku tak ingin engkau lupa akan sejarah negeri kita.



Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed