813 Orang Kena DBD di Jakarta, Pemprov Minta Jangan Asal Fogging

813 Orang Kena DBD di Jakarta, Pemprov Minta Jangan Asal Fogging

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 01 Feb 2019 19:19 WIB
Pengasapan (fogging) di SMPN 145, Setiabudi Ujung, Jakarta (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ada 813 orang terkena demam berdarah (DBD) di Provinsi DKI Jakarta. Namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat tidak melakukan fogging sembarangan.

"Data pasien ada 813, meninggal nol. Kota paling banyak kasus adalah Jakarta Selatan dengan 277 pasien, disusul Jakarta Timur dengan 226 pasien, Jakarta Barat 220 pasien, Jakarta Utara 51 pasien, dan Jakarta Pusat 39 pasien," ucap Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti saat dihubungi, Jumat (1/2/2019).

Banyaknya tanah kosong di Jakarta Selatan menjadi salah satu penyebab tingginya kejadian DBD di sana. Perlu pengawasan oleh petugas kelurahan dan masyarakat untuk menjaga tanah kosong agar tidak jadi sarang nyamuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Jadi, kayak kemarin pada saat saya turun ke Jakarta Selatan, ternyata di Jakarta Selatan itu banyak tanah kosong yang pemiliknya (tak tahu) di mana. Jadi sangat... Pak Wali dilibatkan kepada tim pak lurah dan PPSU-nya untuk menjaga di situ. Karena kan kita prinsipnya satu rumah satu jumantik," ucap Widyastuti.

Widyastuti menyebut Jakarta menjadi salah satu daerah endemik nyamuk demam berdarah. Pihaknya pun mulai melakukan antisipasi dan mendatangi warga yang dilaporkan mengalami panas tinggi.



"Jakarta daerah endemik, apabila kasusnya meningkat seperti ini, kita patut curiga dalam waktu sehari ada keluarga yang panas, maka langsung diperiksa apakah dia mengidap DBD atau bukan. Karena, kalau DBD, harus segera ditangani," kata Widyastuti.

Namun masyarakat diminta tidak asal melakukan fogging. Fogging bisa membuat nyamuk kebal dan sulit dikendalikan.

"Kan ada nih institusi atau mungkin (pihak) tertentu yang melakukan fogging secara utuh pada saat tidak ada apa-apa. Itu khawatirnya adalah (nyamuk) jadi resisten. Kayak obat, kalau diminum tanpa indikasi yang kuat, nanti lama-lama si nyamuk bandel," ucap Widyastuti. (aik/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads