detikNews
Jumat 01 Februari 2019, 15:50 WIB

Relawan Prabowo-Sandi Aksi Bela Dhani di Cipinang: Hukum Tajam ke Oposisi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Relawan Prabowo-Sandi Aksi Bela Dhani di Cipinang: Hukum Tajam ke Oposisi Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom
Jakarta - Jaringan Relawan Prabowo-Sandi (Jarpas) menggelar aksi di depan Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Relawan Prabowo-Sandi Aksi Bela Dhani di Cipinang: Hukum Tajam ke OposisiFoto: Lisye Sri Rahayu/detikcom

Massa berkumpul di depan Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (1/2/2019), mulai pukul 15.10 WIB, dan bubar pukul 15.45 WIB. Mereka tampak mengenakan pakaian putih dan membawa sejumlah atribut aksi.


Salah satu spanduk bertulisan 'Kami Bersama Ahmad Dhani' ditambah dengan logo Prabowo-Sandiaga. Ada juga karton yang berisi tulisan 'Apa kabar Abu Janda, Guntur Romli?', #YangGajiKamuSiapa?, dan 'Hukum Tajam ke Oposisi'.

Relawan Prabowo-Sandi Aksi Bela Dhani di Cipinang: Hukum Tajam ke OposisiFoto: Lisye Sri Rahayu/detikcom

Mereka sempat menyanyikan lagu 'Halo-halo Bandung' dan menyampaikan orasi secara bergantian. Polisi juga sudah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengatur lalu lintas yang terkena dampak oleh aksi tersebut.


Koordinator aksi, Sura Supriatna, mengatakan aksi ini digelar semata-mata untuk memberikan dukungan terhadap Ahmad Dhani. Sura menyebut Dhani merupakan salah satu pembina Jarpas Jawa Timur.

"Dukungan moril terhadap Ahmad Dhani selaku relawan dari Jarpas (Jaringan Relawan Prabowo-Sandi) dan Ahmad Dhani sebagai salah satu pembina Jarpas Jawa Timur," ujar Sura.


Dia berharap keadilan dalam ditegakkan kepada semua pihak. Sebab, lanjut Sura, banyak orang yang dilaporkan oleh pihaknya, namun belum ditindaklanjuti.

"Agar diberi sama-sama keadilan jangan ke pihak kami saja. Kan banyak di pihak petahana juga bahwa ada Ade Armando yang sudah dilaporkan. Ada Viktor Laiskodat yang sudah mau membunuh. Kalau Ahmad Dhani meludah aja kan," tuturnya.

Relawan Prabowo-Sandi Aksi Bela Dhani di Cipinang: Hukum Tajam ke OposisiFoto: Lisye Sri Rahayu/detikcom

Dalam putusan di PN Jaksel, Ahmad Dhani divonis bersalah karena ujaran kebencian di akun Twitter miliknya, @AHMADDHANIPRAST. Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara dan saat ini ditahan di Rutan Cipinang sejak Senin (28/1) lalu.

Sedangkan tim pengacara Ahmad Dhani resmi mengajukan permohonan banding. Banding didaftarkan ke PN Jaksel.

"Mas Dhani tidak pernah merasa melakukan ujaran kebencian, makanya kita lakukan banding. Apalagi di tingkat pertama banyak sekali kejanggalan, pertimbangan hukum yang dangkal yang akan kita uji nanti di PT (Pengadilan Tinggi)," ujar pengacara Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko, setelah mendaftarkan banding di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Kamis (31/1).



Saksikan juga video 'Ahmad Dhani Ditahan, M Taufik: Jangan-jangan Besok Ada Lagi':

[Gambas:Video 20detik]


(knv/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed