Pihak Buni Yani ke Jaksa Agung: Perlakuanmu Jangan Tergantung Siapa Pelapor

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 01 Feb 2019 15:24 WIB
Foto: Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian di Masjid Al-Barkah. (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian menyesalkan pernyataan Jaksa Agung M Prasetyo yang meminta Buni Yani tidak bersilat lidah. Aldwin mengatakan penanganan hukum tidak boleh bergantung pada siapa pelapornya.

Aldwin menyampaikan itu di depan jemaah Masjid Al-Barkah, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019). Aldwin Rahadian mengaku tak habis pikir kasus kliennya berlanjut hingga kasasi.


Sebab, menurutnya, kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama sudah terbukti di persidangan. Karenanya, dari awal Aldwin meminta proses hukum kasus Buni Yani diawasi.

"Saya sampai hari ini tidak habis pikir Pak Buni Yani lanjut sampai kasasi. Kalau secara logika hukum apa yang disampaikan Buni Yani bahwa ada penistaan agama sudah terbukti. Orangnya sudah dihukum tapi orang yang menyatakan kebenaran malah dihukum," kata Aldwin.

Aldwin menjelaskan Buni Yani awalnya dituduh melanggar Pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik. Pihaknya lalu mematahkan tuduhan itu.

"Setelah itu digeser lagi ke Pasal 28 tentang penebar kebencian. Kita patahkan. Tiba-tiba di dakwaan ditambahkan Pasal 32 Pasal Hacker padahal Pak Buni tidak mengerti memotong-motong video itu dari mana," ujarnya.

Kata Aldwin, video yang diunggah Buni itu dari Pemprov DKI Jakarta. Yang membedakan hanya durasi saja, diunggah ulang yang fokus pada detik-detik pernyataan Ahok soal penistaan agama.

"Tidak ada yang diubah. Tapi itulah hukum kita, kita hormati terus sampai kita banding setelah banding ditolak sampai kasasi. Kasasi ini yang memutus 3 orang hakim yang memutus perkara kontroversi Baiq Nuril. Persis tiga-tiganya dan dalam putusannya hari ini, ini kabur dan dirasa tidak jelas. Makanya kita minta fatwa kepada MA ini putusan seperti apa karena ditolak kasasi dan membayar biaya perkara," ujarnya.


Menurut Aldwin, sementara putusan pengadilan tinggi jelas, yaitu menolak permohonan banding dan menguatkan putusan sebelumnya.

"Jadi Pak Buni sampai hari ini fakta sidang pun tidak pernah terbukti. Tapi ya itu putusannya cukup jelas tapi fakta di sidang kita tahu betul ada orang berjuta-juta meng-upload sebelumnya," ujarnya.

Aldwin juga menyayangkan pernyataan Jaksa Agung M Prasetyo usai persidangan di Pengadilan Negeri Bandung. Menurut Aldwin, kala itu Prasetyo bicara agar seiimbang dengan Ahok.

"Apalagi setelah proses persidangan di Pengadilan Negeri, Jaksa Agung bicara 'ini supaya seimbang. Ahok masuk maka Buni Yani harus masuk'. Itu bukan lagi pernyataan hukum tapi sudah pernyataan politik. Kalau sudah begini saya makin semangat membela orang yang terzalimi," ucapnya.

Sehingga, kata Aldwin, pihaknya kemarin mengajukan permohonan penangguhan eksekusi sambil mempertanyakan putusan MA. Juga sambil mengajukan upaya PK.

"Oleh karena itu Pak Buni memohon penundaan eksekusi silakan jawab dulu surat itu jangan grasa- grusu, belom apa-apa Jaksa Agung statemen di media, 'Buni Yani jangan bersilat lidah kita akan eksekusi'" tuturnya.

Aldwin menyayangkan pernyataan Jaksa Agung itu. Aldwin menegaskan tidak boleh ada perbedaan perlakukan dalam hukum.

"Janganlah begitu. Janganlah perlakuanmu berbeda antara satu dengan yang lain. Jangan perlakuanmu berbeda tergantung siapa yang melapor dan siapa yang dilaporkan. Tidak boleh. Kalau sudah begitu terjadi maka sistem hukum kita rusak," pungkasnya.


Saksikan juga video 'Jelang Eksekusi, Istri: Buni Yani Tidak akan Melarikan Diri':

[Gambas:Video 20detik]

(idh/fjp)