Sharing Inspiratif Anita Ratnasari di Gathering CT ARSA

Sharing Inspiratif Anita Ratnasari di Gathering CT ARSA

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 01 Feb 2019 12:13 WIB
Ketua CT ARSA Foundation Anita Ratnasari Tanjung Foto: Marcelino Kuky/ Show Documentation Trans TV
Ketua CT ARSA Foundation Anita Ratnasari Tanjung Foto: Marcelino Kuky/ Show Documentation Trans TV
Jakarta - CT ARSA Foundation menggelar gathering. Sesuai tema, banyak kisah inspiratif sepanjang acara ini.

Acara gathering 'sharing inspiratif' ini digelar di Menara Mega Syariah di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019). Ratusan pegiat CT ARSA dan siswa Sekolah Ungulan CT ARSA mengikuti acara ini.

Ketua CT ARSA Foundation Anita Ratnasari Tanjung mengundang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho sampai Psikososial Seto Mulyadi menjadi pembicara.

Gathering CT ARSA FoundationKetua CT ARSA Foundation Anita Ratnasari Tanjung Foto: Marcelino Kuky/ Show Documentation Trans TV

"Saya di sini mau memperkenalkan semua yang ada di CT ARSA Foundation. Mungkin yang lain sudah tahu perkembangan CT ARSA Foundation. Di mana kita sudah berdiri sejak tahun 2005," kata Anita dalam sambutan pembukaan acara ini.


Istri pengusaha nasional Chairul Tanjung ini memaparkan CT ARSA kini sudah berusia 14 tahun. "Jadi kita ini sudah 14 tahun sudah lebih lama dari CNBC. Tetapi kalau CNBC sudah banyak yang tahu, tapi CT ARSA masih ada yang nggak tahu," kata Anita seraya mengisahkan sejarah CT ARSA.

Anita memaparkan awal CT ARSA berdiri membangun boarding school untuk 500 anak korban tsunami Aceh di Medan. Nama sekolah itu tak lain Anak Rumah Madani.

"Setelah itu berkembang, pada tahun 2010 kita merekrut anak anak yang benar-benar tidak mampu. Tahunya bagaimana? Itu dengan adanya test, dilakukan test. Setelah mereka lulus dari test kita jemputin satu-satu, supaya kita bener-bener pasti buat yang kita rekrut benar-benar anak yang tidak mampu, tetapi pintar," papar Anita.

"Nah anak-anak itu sekarang alhamdullilah, 95% dari anak didik CT ARSA Foundation masuk ke perguruan tinggi top di Indonesia. Masuk UI, IPB, ITB, dan lain sebagainya. Itu adalah suatu kerja keras proses yang dilalui CT ARSA foundation," ungkapnya Bangga.

CT ARSA juga sudah melakukan pertukaran pelajar sampai ke Amerika, Korea, Singapura, Belanda, Jepang dan lainnya. Mereka juga mengikuti sejumlah olimpiade pendidikan.

"Jadi sekarang CT ARSA foundation mempunyai tiga boarding school, di mana siswa di medan jumlahnya hampir 1.000 anak sementara di Sukoharjo kami rekrut 200 anak tiap angkatan. Kami berharap nantinya akan lebih anak-anak masuk 100% masuk perguruan tinggi negeri. Seperti yang dicontohkan di Medan," harapnya.

Ketua CT ARSA Foundation Anita Ratnasari TanjungKetua CT ARSA Foundation Anita Ratnasari Tanjung Foto: Marcelino Kuky/ Show Documentation Trans TV

"Ini adalah gambaran, kita tidak hanya bicara atau janji janji, tapi ini adalah bukti nyata kerja keras pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik. Di mana kami sudah berkomitmen akan sekuat tenaga kami untuk bisa mereka sukses. Karena visi dari CT ARSA foundation adalah memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan dan kesehatan berkualitas. Karena mereka adalah agen agen perubahan bangsa. Pendidikan adalah basic untuk kemajuan negara ini, " imbuhnya.

Anita meneguhkan komitmen CT ARSA membangun sekolah-sekolah dari Sabang-Merauke. "Kita akan bangun sekolah sekolah ribuan bahkan jutaan. Karena kemajuan bangsa ini apabila mereka dapat pendidikan berkualitas. Itu tadi ada dari pendidikan," tegasnya.

Yang kedua adalah remote area. "Kemarin sambil membuat buku keliling, tapi kami juga menyempatkan diri untuk membangun sekolah. Banyak sekali yang harus dibangun di remote area. Bahkan saya dengar mereka belum memakai sepatu bahkan papan tulisannya pakain pohon. Ini sebenarnya sangat mengenaskan. Ini tekad kami untuk sama sama membangun pembangunan pembangunan sekolah di daerah remote area," lanjutnya.


Selain itu CT ARSA juga mengoperasikan mobil pintar, mobil iqra, mobil multimedia. Ini upaya menghampiri pemulung-pemulung agar mereka juga bisa menikmati pengetahuan yang ada sekarang.

"Ini mungkin banyak yang belum tahu, Arsa ini adalah pengerajin di daerah terpencil, jadi kita langsung ambil barang barang ke pengerajinnya. Saya masukan ke Trans Hotel di Bandung dan di Bali. Insyaallah kalau berkembang akan di masukan ke Transmart, dan juga Metro Departement Store," ungkapnya.

Gathering CT ARSA FoundationGathering CT ARSA Foundation Foto: Marcelino Kuky/ Show Documentation Trans TV

"Hasilnya, misalnya saya beli di daerah terpencil, lalu saya jual ke hotel hotel tersebut, 100 persen hasil penjualan itu digunakan untuk korban bencana alam. Kami tidak memungut, 0,1 persen, enggak. 100 persen untuk korban bencana alam. Alhamdullilah mereka sudah menghadirkan profit kurang lebih Rp 350 juta. Hasil ini Akan langsung kami donasikan ke Palu dan Banten. Dalam waktu dekat kami ke sana," ujarnya.

Ia kemudian mengundang pengurus Mitra Netra ke depan. Anita mengungkap telah mendonasikan Rp 500 juta yan merupakan hasil CT ARSA fun run.

Anita lantas mengapresiasi komunitas Arsa yang tersebar di pelosok nusantara. "Ini adalah relawan yang bekerja tulus ikhlas. Mereka beli sendiri kaosnya, melakukan survei juga, merekq membeli kebutuhan anak anak, mengajar juga. Kita dari CT ARSA tidak memberikan apa-apa ke mereka," katanya.

"Ini adalah yayasan nonprofit ini pengabdian kita untuk bekerja keras sesuai visi kita masing-masing. Saya mau pendidikan mengubah bangsa ini jadi bangsa yang kuat. Saya ingin yang bergabung di CT ARSA melakukan dengan passion. Semoga di tahun 2019 berjuang, berjuang, dan berjuang. Semua adalah role model, kalian adalah panutan. Panutan diri sendiri, keluarga, lingkungan, bangsa ini sendiri," pungkasnya. (van/hri)