"Semakin banyak tokoh atau kader NU yang berhasil maju ke Senayan akan membuat aspirasi nahdliyin akan semakin mudah disalurkan. NU pun akan banyak berkiprah di berbagai lini kehidupan berbangsa," kata Rommy, dalam keterangan tertulis, Jumat (1/2/2019).
Rommy berharap di banyak daerah pemilihan (Dapil) perlu ada kader NU yang berhasil meraih kursi. Bahkan di Dapil yang merupakan basis NU, diharapkan lebih dari satu kader NU yang berhasil meraih kursi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rommy menceritakan, PPP merupakan partai yang lahir dari rahim NU karena pada 1973, Partai NU bersama tiga partai Islam lainnya melakukan peleburan yang melahirkan PPP. Sejak berdiri hingga saat ini PPP selalu memperjuangan aspirasi organisasi yang berdiri pada tahun 1926 ini.
Dalam setiap Pemilu, banyak kader NU yang menjadi Caleg PPP di berbagai dapil yang ada. Rommy mencontohkan Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Indramayu, KH. Juhadi muhammad yang maju dari Dapil Jawa Barat VIII yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.
"PPP sangat banyak memajukan kader NU sebagai Caleg, baik di tingkat DPRD kabupaten/kota, hingga DPR RI. Termasuk dari Dapil Jawa Barat VIII yang meliputi Cirebon dan Indramayu. Jika tokoh NU yang menjadi anggota DPR, maka aspirasi warga nahdliyyin akan lebih mudah disalurkan," jelas Rommy.
Rommy menambahkan, memperjuangkan aspirasi NU melalui partai yang mempunyai sejarah dengan NU seperti PPP akan lebih efektif, karena semua unsur partai hingga ketua umumnya merupakan kader NU. Berbeda dengan partai lain di mana kader NU sulit mendapatkan posisi strategis.
Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini (ega/prf)











































