DetikNews
Jumat 01 Februari 2019, 00:15 WIB

Komjen Arief Minta Jajaran Lemdiklat Bangga Tempa Polisi Masa Depan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Komjen Arief Minta Jajaran Lemdiklat Bangga Tempa Polisi Masa Depan Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto meminta jajarannya bangga dalam menempa polisi masa depan. Dia ingin agar Lemdiklat mendukung misi Polri, yaitu menciptakan rasa aman di masyarakat, memberikan rasa keadilan, dan menghadirkan pelayanan prima.

Hal ini diungkapkan Arief dalam kujungannya ke Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan, dan Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Kunjungan itu dilakukan Arief pada hari keempat masa tugasnya sebagai Kalemdiklat Polri.

"Ini hari keempat saya berdinas sebagai Kalemdiklat. Saya sudah datang ke tiga Pusdik Diklat Reskrim, Pusdik Brimob, dan Pusdik Sabhara. Besok akan ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim di Mojokerto. Ini untuk mengetahui secara langsung sekolah-sekolah kepolisian yang di bawah koordinasi dan pengendalian Kalemdiklat. Saya juga ingin bertemu para kepala sekolah, kapusdik, tenaga pendidik, dan para siswa. Tujuannya supaya saya paham dan tahu bagaimana proses belajar-mengajar serta berbagai kendala dan masalah yang dihadapi," kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/1/2019).

Arief melanjutkan, cara Lemdiklat mendukung Polri dalam menciptakan rasa aman di masyarakat, memberikan rasa keadilan, dan menghadirkan pelayanan prima dilakukan melalui tiga hal. Hal tersebut dimulai dengan enkulturasi budaya, yaitu menanamkan budaya polisi yang baik dan ideal.

"Siswa jangan dicekoki dengan contoh yang tidak baik, misalnya bila instrukturnya mantan anggota Polantas, jangan diajari cara 86 (damai)," ujarnya.


Berikutnya, internalisasi nilai etika moral profesi kepolisian ke dalam diri setiap anggota Polri. Arief pun mencontohkan, etika polisi tidak boleh memeras, tidak boleh pakai narkoba, tidak boleh mencuri, dan tidak boleh lainnya.

Ketiga, indoktrinasi doktrin-doktrin Polri. "Yaitu Tribrata dan Caturprasetya jangan hanya dihafal, tapi harus dipahami dan diamalkan. Memang tidak mudah, tapi ini tanggung jawab bersama," tuturnya.

Arief pun mengajak seluruh jajaran Lemdiklat membangun citra dan semangat bahwa Lemdiklat dan jajarannya adalah tempat menempa polisi masa depan.

"Kita harus bangkit dan harus bangga. Tegak dan berdirinya polisi itu karena efektifnya proses pendidikan dan latihan oleh lembaga pendidikan. Sebagai contoh Reserse boleh bangga menangkap maling, tapi mereka harus sadar bahwa bisa nangkap karena kita didik mereka," imbuhnya.
(nvl/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed