Mereka yang wajahnya dipajang adalah Bambang Widjojanto, Novel Baswedan, Busyro Muqoddas, Todung Mulya Lubis, dan Chandra M Hamzah. Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menjelaskan maksud dari meme itu adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat komitmen dirinya dan Prabowo Subianto bila terpilih, yaitu tak akan mengangkat Jaksa Agung dari lingkungan partai politik.
"Kami melihat bahwa yang jelas, Jaksa Agung tidak akan terafiliasi dengan politik. Karena kami tidak ingin hukum itu digunakan untuk memukul lawan dan merangkul kawan. Tidak ingin hukum melindungi kawan tapi justru menggunting lawan kita," jelas Sandi di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan memberikan kepada putra dan putri terbaik bangsa karena kami ingin semua berbasis meritokrasi dan gunakan putra-putri terbaik bangsa untuk menempati posisi terpenting. Jangan sampai hukum semakin membuat banyak ketidakpercayaan di masyarakat bahwa ketidakadilan itu dihadirkan di bumi masyarakat," terang Sandi.
Sandi mengaku, di BPN sendiri, belum ada pembahasan serius mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai Jaksa Agung jika mereka berkuasa.
"Belum ada (pembahasan serius), tapi kami sudah pastikan termasuk jaksa yang kariernya bagus. Kami tidak akan menunjuk dari afiliasi politik," tandas Sandi.
Untuk diketahui, Jaksa Agung M Prasetyo, yang saat ini menjabat, berasal dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). Meski begitu, Prasetyo bukan merupakan orang baru di lingkungan kejaksaan. Sebelum terjun ke politik, Prasetyo pernah menjadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung dan Direktur Upaya Hukum Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung. (aud/nvl)










































