DetikNews
Kamis 31 Januari 2019, 22:47 WIB

Peringatan Hari Gizi Nasional, Pertamina Adakan Penyuluhan Gizi

Nabilla Putri - detikNews
Peringatan Hari Gizi Nasional, Pertamina Adakan Penyuluhan Gizi Foto: dok. Pertamina
Makassar - Memperingati Hari Gizi Nasional, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII melalui program CSR Sehat Anak dan Ibu Tercinta (SEHATI) mengadakan penyuluhan gizi dan demo memasak sehat di Kelurahan Pattingalloang dan Tamalabba pada Kamis (31/1). Hasil demo memasak tersebut juga dikirimkan kepada Wali Kota Makassar.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII M Roby Hervindo menerangkan program tersebut bertujuan agar masyarakat memahami pentingnya gizi bagi ibu dan balita.

"Melalui kegiatan ini ibu-ibu diharapkan sadar pentingnya ASI dan makanan bergizi bagi balita pada 1.000 hari pertama," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (31/1/2019).

Dalam kegiatan serentak itu, diberikan pemahaman tentang ASI oleh penyuluh dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Selain itu, diajarkan pengetahuan praktis tentang bagaimana membuat makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lokal.


Misalnya Posyandu Mawar 1 Tamalabba mengolah tomat menjadi puding tomat. Bahan baku tomat dihasilkan oleh Kelompok Hidroponik Hoki binaan Pertamina.

"Tomat (ternyata) bukan hanya bisa dijadikan sayur, ternyata bisa dijadikan puding dan aneka makanan. Ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat Tamalabba," ungkap peserta kegiatan di Posyandu Mawar, Sarinah.

Sedangkan di Posyandu Mawar 3 Pattingalloang diajarkan mengolah ikan dan sayur menjadi nugget. Bahan baku ikan banyak ditemukan di Pattingalloang, yang berlokasi dekat dengan tempat pelelangan ikan (TPI).

Posyandu Mawar 1 dan Mawar 3 secara reguler melakukan kegiatan pendampingan gizi berupa pemberian makanan tambahan (PMT). Selain itu, dilakukan edukasi gizi, penimbangan berat badan, pemeriksaan kehamilan, serta kunjungan rumah.


Selain ke Wali Kota Makassar Danny Pomanto, makanan bergizi cita rasa lokal tersebut dikirimkan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail. Kasi Kesga dan Gizi Dinkes Provinsi Sulsel Astati Made Amin dan guru besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas Jamaluddin Jompa juga menerima kiriman masakan serupa.

"Kesadaran gizi harus diiringi pengetahuan gizi dan pemanfaatan sumber daya lokal. Kita punya sumber daya hayati dan hewani yang sangat tinggi kandungan gizinya. Hari ini saya dikirimi nugget dari ikan dan daun kelor serta puding tomat," kata Danny.

Tak lupa ia berharap kegiatan di Hari Gizi tersebut menjadi momentum untuk memperbaiki gizi, sehingga masyarakat jadi lebih sehat dan unggul.

"Selamat Hari Gizi Nasional, semoga menjadi momentum untuk kita memperbaiki gizi masyarakat. Menuju masyarakat yang sehat, generasi unggul untuk Indonesia unggul," pungkas Danny.

Perlu diketahui, stunting--dalam bahasa Makassar disebut dottulu--juga masih menghantui pertumbuhan anak Indonesia. Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6 persen. Sementara Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel mencatat penderita stunting pada 2017 mencapai 34,8 persen.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed