Pertamina Merugi Jika BBM Naik

Pertamina Merugi Jika BBM Naik

- detikNews
Rabu, 14 Sep 2005 03:47 WIB
Jakarta - Rencana kenaikan harga BBM pada Oktober mendatang mulai banyak tentangan. Alasannya, pemerintah ditaksir tetap akan memperoleh surplus Rp 60 triliun tanpa harus menaikkan BBM. "Pemerintah masih bisa meningkatkan produksi minyak mentah dan menurunkan konsumsi BBM dalam negeri," kata Ketua Koalisi Serikat Pekerja Pertamina, Abdullah Sodik, dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (14/9/2005).Peningkatan produksi minyak mentah ini masih dimungkinkan. Apalagi, jika dilakukan pengontrolan secara ketat terhadap aktivitas kapal tanker dan anjungan minyak lepas pantai. "Jangan-jangan angka produksi 5 tahun terakhir yang menurun ini adalah manipulasi," ujar Sodik.Jika pemerintah tetap menaikkan harga BBM maka diduga Pertamina akan mengalami erugian. Sebab, pangsa pasar akan makin berkurang seiring diperbolehkannya investor asing memasuki pasar BBM. "Imvestor asing akan diuntungkan karena mengambil pangsa pasar Pertamina dengan hanya menyewa sarana tanpa harus melakukan investasi," tutur dia.Selain itu, negara juga diprediksi akan kehilangan potensi penerimaan Laba bersih Minyak (LBM) jika struktur pasar BBM dalam negeri sudah berbentuk pasar persaingan usaha. "Kenaikan ini juga makin mengancam kelangsungan pabrik pupuk yang mengalami kesulitan pasokan gas," tandasnya. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads