Cak Imin: Sense of Crisis Beberapa Menteri Rendah

Cak Imin: Sense of Crisis Beberapa Menteri Rendah

- detikNews
Selasa, 13 Sep 2005 23:13 WIB
Jakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lagi-lagi mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk me-reshuffle kabinet Indonesia Bersatu. Sebab, disinyalir ada beberapa pembantu Presiden yang tidak memiliki sense of crisis."Mengapa kita mendukung reshuffle, karena beberapa menteri SBY sense of crisis-nya rendah," kata Ketua Dewan Tanfidz PKB Muhaimin Iskandar sebelum acara 'Doa untuk Perdamaian Palestina' di rumah dinas, Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Selasa (13/9/2005).Cak Imin (sapaan Muhaimin) menyesalkan, ada beberapa menteri yang baru 'bergerak' setelah akan ada kebijakan kenaikan harga BBM. Nyatanya, lanjut Cak Imin, beberapa menteri langsung membuat badan pengawasan serta membentuk satuan tugas."Kalau semuanya berjalan normal, kerjanya biasa-biasa saja. Tidak ada sense untuk mengawal," tukas wakil ketua DPR ini.Cak Imin pun menjamin, bila reshuffle dilakukan Presiden, maka kepercayaan publik akan tumbuh. "Kelambanan-kelambanan yang ada akan tertangani, kinerja juga dapat diperbaharui," jamin Cak Imin.Seperti diberitakan, pada 2 September lalu, atas nama DPP PKB, Sekjen PKB Lukman Edi mengusulkan agar Presiden mengganti tim ekonomi. Tim ekonomi yang diusulkan PKB untuk diganti, yakni Menko Kesra Alwi Shihab dan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf. (ism/)


Berita Terkait