Karen Agustiawan Bantah Rugikan Negara Rp 568 M

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 31 Jan 2019 14:07 WIB
Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan, membantah telah merugikan keuangan negara seperti yang didakwakan jaksa padanya. Karen sebelumnya didakwa merugikan negara Rp 568 miliar atas investasi participating interest Blok Basker Manta Gummy (BMG) di Australia.

Sebenarnya Karen melalui kuasa hukumnya, Soesilo Aribowo, sudah menyiapkan nota keberatan atau eksepsi setelah pembacaan surat dakwaan. Namun majelis hakim meminta pembacaan eksepsi itu dilakukan pekan depan.

"Ini kami ajukan eksepsi. Untuk itu kami sudah siap saat persidangan. Kalau berkenan saya bacakan, ada 64 halaman, tidak semua kami bacakan," ucap Soesilo dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

"Kita tunda saja ya minggu depan," ucap majelis hakim.

Selepas persidangan, Karen sebenarnya berharap eksepsi itu langsung dibacakan. Namun dengan penundaan sidang, Karen mengaku tidak masalah.




"Kita ikuti saja prosesnya," ucap Karen.

"Nanti mungkin akan memahami eksespsi itu adalah bentuk daripada meng-counter dakwaan sebelumnya. Saya tadi di dalam (persidangan) sudah saya sampaikan bahwa selama memimpin Pertamina, saya tidak pernah sekali lagi tidak pernah merasa bahwa pekerja Pertamina sebegitu rendahnya," imbuh Karen.

Sebelumnya dalam dakwaan, Karen dinilai jaksa mengabaikan prosedur investasi yang berlaku di PT Pertamina. Perbuatan Karen disebut tidak melakukan pembahasan kajian terlebih dahulu menyetujui participating interest Blok BMG, serta tanpa adanya due diligence, dan analisa risiko.

Karen juga disebut menindaklanjuti penandatanganan sale purchase agreement tanpa persetujuan bagian legal dan Dewan Komisaris PT Pertamina sehingga perbuatan itu memperkaya diri, orang lain, atau koorporasi.

(dhn/fdn)