Polling: Kinerja SBY Baik, JK Dominasi Pemerintahan
Selasa, 13 Sep 2005 18:05 WIB
Jakarta - Kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 1 tahun berkuasa dinilai positif oleh masyarakat di 8 kota besar di Indonesia. Sedangkan wakilnya, Jusuf Kalla, dinilai lebih berperan ketimbang SBY dalam hubungan kerja keduanya.Penilaian itu didasarkan survei 'Kabinet Polling' yang dilakukan 3 lembaga riset, Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Institute, Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (LIRA), dan Pusat Kajian Politik FISIP UI. Survei dilakukan selama bulan Agustus 2005 di 8 kota besar di Indonesia yaitu Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Makassar, dan Jayapura. Selain menyebarkan daftar pertanyaan (kuisioner) kepada masyarakat di 8 kota besar tersebut, survei ini juga dilakukan dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD)."Penilaian tertinggi di Makassar 74% responden, Pontianak 71%, Medan 66%, Jayapura 65%, Jakarta 62%, Semarang 59%, Denpasar 56%, dan Surabaya sebanyak 54% menyatakan kinerja SBY cukup positif," ungkap Wakil Presiden Lira Institute Johan O Silalahi, di Graha LIRA, Jl dr Sahardjo No 111, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (13/9/2005).Sementara, sebanyak 41% responden menyatakan kinerja Wapres JK sudah bagus. Sedangkan 20% responden menyatakan kinerja JK belum bagus dan sisanya sebanyak 39% menyatakan tidak tahu menahu mengenai kinerja Ketua Umum Gulkar tersebut.'Kabinet Polling' juga menyatakan, ada kecenderungan di masyarakat yang menyatakan Wapres JK lebih berperan dibanding wapres-wapres di era sebelumnya. "Tidak ada pembagian kerja yang jelas dan komunikasi pada masyarakat memunculkan kesan di media Wapres Jusuf Kalla cenderung lebih aktif dan dominan. Bahkan ada yang menilai posisi tawar SBY terhadap JK relatif lemah," kata Johan.Survei selanjutnya tentang pengetahuan masyarakat mengenai 35 menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Beberapa nama yang populer adalah Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dan Menko Kesra Alwi Shihab. Hal ini disebabkan karena ketiganya seringkali menjadi pemberitaan di media massa. "Namun itu tidak dapat diartikan secara langsung bahwa prestasi dan kinerja para menteri iu baik di mata masyarkat," ujarnya.Namun ada 3 menteri yang mendapat nilai buruk dari masyarakat, yakni Menko Perekonomian Aburizal Bakrie, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. "Sementara yang mendapat penilaian positif adalah Menko Kesra, Menko Polhukam, dan Menteri Luar Negeri," ungkapnya.Survei berikutnya berhubungan dengan reshuffle kabinet. 36% Responden setuju dengan reshuffle, 24% menyatakan tidak setuju, dan 39% menyatakan tidak tahu. Hal ini mengindikasikan masyarakat tidak terlalu concern siapa yang menjadi menteri namun lebih concern terhadap kinerja menteri yang akan langsung dirasakan masyarakat," jelasnya.Johan menambahkan, pada umumnya responden berpendapat masalah utama yang dihadapi saat ini adalah mahalnya harga kebutuhan pokok termasuk biaya pendidikan dan kesehatan. Selain itu, persoalan lainnya adalah sulitnya mencari pekerjaan, maraknya korupsi, rasa tidak aman karena meningkatnya kejahatan dan kriminalitas dan bahaya kemerosotan moral dan rasa kebersamaan sebagai bangsa yang mulai melemah.
(ary/)











































