Panglima Diganti 2006, SBY Dinilai Sengaja Ganjal Ryamizard

Panglima Diganti 2006, SBY Dinilai Sengaja Ganjal Ryamizard

- detikNews
Selasa, 13 Sep 2005 17:44 WIB
Jakarta - Mundurnya pergantian Panglima TNI membuat kecewa sebagian anggota DPR RI. Bahkan Presiden SBY dianggap sengaja mengganjal peluang Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menduduki posisi strategis itu.Wakil Ketua Komisi I DPR RI Effendy Choirie menyesalkan keputusan Presiden SBY yang dinilainya tidak konsisten pada komitmennya sendiri."Dulu (tahun 2004) saat beliau menarik surat Ibu Mega (Presiden Megawati) dia berjanji akan mengajukan nama yang sama pada tahun depan (2005). Kalau diundur tahun 2006 berarti dia tidak konsisten dengan janjinya," ungkap Gus Choi, panggilan akrab politisi ini, di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (13/9/2005).Dia menilai mundurnya waktu pergantian Panglima TNI hingga tahun 2006 hanya akan membuat mandeknya proses reformasi dan regenerasi perwira tinggi TNI.Hal yang sama juga disampaikan Yudi Chrisnandi dari FPG yang menyesalkan keputusan Presiden SBY itu. Seharusnya Presiden SBY bisa mengajukan nama-nama calon panglima yang saat ini sudah memenuhi syarat. "Karena pengunduran waktu hanya akan membuat masyarakat berpikir ada muatan politis dalam kasus ini, yakni mengganjal salah satu calon panglima, Jenderal Ryamizard Ryacudu," kata Yudi.Meski kesal dengan keputusan SBY, Yudi menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada Presiden, karena penggantian Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden.Sebelumnya dalam surat jawaban kepada Ketua DPR RI Agung Laksono, Presiden SBY memastikan pergantian Panglima TNI yang kini dijabat Jenderal TNI Endriartono Sutarto akan dilaksanakan tahun 2006. Pasalnya, Tarto masih memiliki tugas penting, yakni mengawal proses perdamaian di Aceh. Sehingga SBY memutuskan, pergantiannya baru akan dilakukan setelah penyerahan dan pemusnahan senjata GAM yang berakhir 31 Desember 2005 selesai dilaksanakan. (umi/)


Berita Terkait