Mentan Ragukan Rini Dina Tertular Flu Burung dari Ayam

Mentan Ragukan Rini Dina Tertular Flu Burung dari Ayam

- detikNews
Selasa, 13 Sep 2005 17:19 WIB
Jakarta - Rini Dina (37) meninggal diduga kuat karena terserang flu burung. Kalau memang benar, di mana Rini tertular? Di dekat kontrakan Rini memang ada peternakan ayam dan rumah pemotongan ayam. Tapi, Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriantono meragukan Rini tertular flu burung dari ayam. Keraguan Mentan ini karena di dekat kontrakan Rini di Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, tidak ditemukan ayam yang mati karena flu burung. "Sejak awal bulan Agustus sampai hari ini belum ada laporan yang masuk mengenai kematian hewan akibat flu burung," ujar Mentan kepada wartawan di kantor Departemen Pertanian Jl. Harsono R.M. No.3 Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (13/09/2005).Meski begitu, dengan adanya kematian Rini Dina yang diduga kuat akibat flu burung, Mentan menyatakan, departemen yang dipimpinnya akan segera melakukan penelitian yang tuntas mengenai penyebab atau sumber virus flu burung yang hinggap di tubuh Rini. Sejak Senin (12/9/2005) kemarin, tim dari Deptan sudah mengambil sampel hewan, terutama ayam di sekitar lingkungan rumah korban.Mengenai pemusnahan hewan di sekitar rumah korban, Mentan menegaskan hal itu akan dilakukan bila hasil penelitian sudah selesai. "Kalau ada yang positif (flu burung), pasti akan kita musnahkan. Tim kita akan melakukan cross check kembali sampel-sampel tersebut. Paling cepat penelitiannya butuh waktu tiga hari," ujar Mentan.Mentan mengeluhkan tidak tuntasnya penelitian kasus penyebab dan sumber virus flu burung yang menewaskan Iwan Siswara dan dua putrinya beberapa waktu lalu. Akibatnya, dia mengalami kesulitan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan. Dia juga membantah Deptan tidak melakukan upaya upaya pencegahan terhadap penyebaran virus flu burung ini."Kalau dari sisi kematian hewan yang dilaporkan sebagai indikatornya, maka sebenarnya pencegahan itu sudah dilakukan. Ini kan menjadi teka-teki, di saat hewan ternak dilaporkan tidak ada kematian, justru terjadi kematian pada manusia," ujar Mentan.Selanjutnya, agar penyelidikan terhadap kasus flu burung dapat berjalan baik, Deptan akan bekerja sama dengan Depkes untuk mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) agar koordinasi di antara kedua departemen ini dapat berjalan baik. SKB ini juga akan menetapkan pembentukan sebuah tim bersama yang terdiri dari ahli dari Depkes dan Deptan serta ilmuwan-ilmuwan dari perguruan tinggi."Itu (SKB) sedang disiapkan. Mudah-mudahan akan segera terlaksana agar penelitian yang dilakukan dapat tuntas dan dapat mengambil suatu kesimpulan yang valid," ujarnya. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads