Pembungkus Mayat Terindikasi Flu Burung Jangan Dibuka
Selasa, 13 Sep 2005 17:09 WIB
Solo - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengimbau keluarga korban meninggal terindikasi flu burung tidak membuka plastik pengaman yang dipasang oleh rumah sakit.Sedangkan pihak rumah sakit diminta sebelum pembungkusan mayat korban, kondisinya lebih dulu disesuaikan dengan ketentuan hukum agama yang dipeluk korban.Imbauan itu disampaikan Menkes kepada wartawan saat melakukan pemantauan pelaksanaan pelayanana kesehatan bagi warga miskin di Puskesmas Purwodiningratan, Solo, Selasa (13/9/2005).Dia perlu menyampaikan hal itu karena dalam penguburan jenazah Rini Dina di Semarang ternyata plastik pengaman yang dipasang oleh rumah sakit dibuka dan dilepas oleh pihak keluarga atas saran petugas pemakaman. Alasannya adalah untuk memenuhi ketentuan penguburan jenazah sesuai syariat Islam, agama yang dipeluk almarhumah RiniDina."Sebetulnya tidak apa-apa karena memang tidak ada penularan virus flu burung itu dari manusia ke manusia. Tetapi karena penyebab penyakitnya belum diketahui secara persis maka kami anggap sebagai penyakit sangat menular sehingga kita bungkus rapat seperti korban SARS, meskipun kita tahu virus flu burung ini tidak seganas itu," papar menteri asal Solo ini."Namun demikian selanjutnya jika ada korban seperti kemarin (Rini Dina -red) lebih baik tidak dibuka plastiknya. Selain itu sebelum dibungkus dengan plastik itu sebaiknya diatur sesuai syariatnya seperti apa. Misalnya di dalam plastik telah diberi tanah, tali pocongnya telah dilepas dan sebagainya sehingga tidak perlu dibuka lagi," lanjutnya.Tunggu Lima HariSedangkan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian Rini Dina, Menkes meminta jangan terjadi spekulasi yang bisa menyesatkan. Dia meminta semua pihak bersabar menunggu hasil laboratorium yang meneliti seluruh specimen berkaitan dengan penyebab kematian Rini."Semua yang berkaitan sudah diambil spesimennya kemarin, semua sudah dikirim dan diteliti di laboratorium. Kita tunggu tiga hingga lima hari lagi untuk mengetahui hasilnya. Sedangkan sampel yang dikirim ke Hong Kong baru akan diketahui hasilnya lima hari lagi," ujarnya.
(nrl/)











































