TNI-GAM Harus Serius Lakukan Demiliterisasi 15 September
Selasa, 13 Sep 2005 16:13 WIB
Jakarta - Peletakan senjata Gerakan Aceh Merdeka akan dimulai dua hari lagi. Tepat pada hari itu, 15 September 2005, TNI dan GAM harus benar-benar melakukan proses demiliterisasi.Demikian seruan Aceh Working Group (AWG) yang dibacakan perwakilan Imparsial untuk AWG, Otto Syamsuddin Ishak, dalam jumpa pers di kantor Imparsial, Jalan Diponegoro, Jakarta, Selasa (13/9/2005). Kesepakatan damai yang tertuang dalam MoU RI dan GAM yang diteken di Helsinki, Finlandia, mengamanatkan GAM untuk memulai peletakan senjata pada 15 September 2005. Proses peletakan senjata itu akan disertai dengan penarikan pasukan TNI dan polisi nonorganik dari Aceh. "Pada hari itu juga menjadi awal bagi RI untuk merelokasi tentara dan polisi nonorganik," kata Otto. Menurut AWG, setelah 15 September 2005, Aceh Monitoring Mission (AMM) harus bertindak proaktif pada GAM dan TNI. Tindakan proaktif ini untuk menyelesaikan persoalan kelompok ilegal bersenjata dan ancaman gangguang keamanan lainnya.AWG mencatat selama Agustus dan September 2005, pasca penandatangan Mou telah terjadi penembakan terhadap warga tak bersenjata dan kontak senjata itu membawa korban. "Kejadian ini bukanlah pertanda baik bagi proses demiliterisasi, sebaliknya merupakan indikasi ancaman terhadap perdamaian," kata Otto.
(iy/)











































