RI Kecam Vanuatu Susupkan Pemimpin Gerakan Pembebasan Papua ke PBB

Dhani Irawan - detikNews
Rabu, 30 Jan 2019 13:47 WIB
Ilustrasi PBB (Foto: Bagus Prihantoro/detikcom)
Ilustrasi PBB (Foto: Bagus Prihantoro/detikcom)
Jakarta -

Indonesia mengecam tindakan Vanuatu yang sengaja memasukkan Benny Wenda ke kantor Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Persatuan Bangsa-bangsa (KTHAM PBB). Benny merupakan pemimpin United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) atau Gerakan Pembebasan Papua.

"Indonesia mengecam keras tindakan Vanuatu yang dengan sengaja telah mengelabui KTHAM dengan melakukan langkah manipulatif melalui penyusupan Benny Wenda ke dalam delegasi Vanuatu," ujar Duta Besar RI untuk PBB di Jenewa, Hasan Kleib, melalui pernyataan di situs resmi, Rabu (29/1/2019).




Vanuatu yang merupakan negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan itu disebut memasukkan Benny sebagai delegasi Vanuatu untuk kunjungan kehormatan ke kantor KTHAM tersebut pada Jumat, 25 Januari 2019. Kantor KTHAM pun tidak tahu mengenai penyusupan itu. Hasan menyebut kunjungan kehormatan tersebut dilakukan dalam rangka pembahasan UPR (Universal Periodic Review) Vanuatu di Dewan HAM.

"Tindakan Vanuatu tersebut merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji dan sangat tidak sesuai dengan prinsip-prinsip fundamental Piagam PBB," ujar Hasan.

"Indonesia tidak akan pernah mundur untuk membela dan mempertahankan kedaulatan wilayah NKRI," imbuh Hasan.


(dhn/jbr)