Buruh Tuntut Upah Naik & Tolak Kenaikan Harga BBM
Selasa, 13 Sep 2005 13:16 WIB
Jakarta - Sekitar 200-an buruh menggelar unjuk rasa di depan kantor Gubernur DKI Jakarta. Ada dua agenda yang mereka bawa, yakni menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) dan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).Aksi digelar oleh para buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) sejak pukul 12.10 WIB, Selasa (13/9/2005). Mereka menggelar orasi dan mengibarkan berbagai spanduk di depan Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta.Massa menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada awal Oktober mendatang karena dapat mengurangi daya beli pekerja akibat upah mereka yang rendah. Mereka mengancam akan melakukan demo besar-besaran jika pemerintah tetap menaikkan harga BBM.Dalam aksinya, massa juga menuntut Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso untuk menaikkan UMP karena Jakarta merupakan barometer bagi daerah-daerah yang lain. Mereka meminta UMP dinaikkan dari Rp 746.550 menjadi Rp 1.157.043 per bulan.Aksi ini sempat membuat lalu lintas Tugu Tani menuju Medan Merdeka Barat macet total. Sekitar 50 polisi dari Polres Jakarta Pusat diturunkan untuk menertibkan lalu lintas.
(gtp/)











































