Ruangan Tersegel, Proses Kuliah di Fapertahut Unhas Mandek

Ruangan Tersegel, Proses Kuliah di Fapertahut Unhas Mandek

- detikNews
Selasa, 13 Sep 2005 13:06 WIB
Makassar - Kisruh di Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Unhas, Makassar, belum juga usai. Setelah pengrusakan ruangan dan penyanderaan dekan beberapa waktu yang lalu, kali ini ruangan perkuliahan yang dipakai untuk belajar tiba-tiba tersegel dan tidak bisa dibuka. Pihak fakultas menuding mahasiswa yang melakukannya. Mahasiswa balik menuding fakultas.Sudah seminggu ini mahasiswa Fapertahut tak kuliah. 10 Ruangan yang biasa dipakai untuk kuliah tiba-tiba saja tidak bisa dibuka. "Kunci pintu diberi lem besi, terus ada kayu di dalamnya. Jadi tidak bisa dibuka," ujar Anwar, salah seorang mahasiswa yang hendak kuliah.Pihak fakultas menuduh mahasiswa yang melakukannya. "Mahasiswa melakukan penyegelan sehingga para dosen tidak bisa mengajar. Kami tidak akan mau mengajar sebelum mahasiswa sendiri membuka segel itu," ujar Pembantu Dekan I Fapertahut Prof DR Ir Mursalim ketika ditemui di ruangannya.Mursalim menduga, penyegelan ini terkait dengan kelanjutan protes mahasiswa terhadap kebijakan dekan yang telah menjatuhkan sanksi skorsing terhadap 10 orang mahasiswa."Mahasiswa yang melakukannya. Beberapa waktu lalu, mereka juga menyegel ruang dekan," terang Mursalim.Dituduh melakukan penyegelan, pihak mahasiswa malah menuding balik. "Apa dasarnya mereka menuduh kami. Aksi yang kami lakukan beberapa hari yang lalu tidak ada kaitannya dengan penyegelan," bantah Akhiruddin Marses, ketua Presidium Fapertahut Unhas.Akhiruddin juga menambahkan bahwa tindakan penyegelan adalah tindakan yang bodoh. "Tidak mungkin kami menyegel ruang kuliah kami. Kalau ruangan disegel, kan kami sendiri yang rugi," ungkapnyaSejak hari Kamis lalu, ruangan kuliah di Fapertahut tiba-tiba saja tersegel. Mahasiswa pun tiap harinya hanya nongkrong di depan ruang kuliah.Anehnya, pihak fakultas pun enggan untuk membuka paksa ruangan. "Kami tidak akan membuka ruangan sebelum mereka yang membukanya sendiri. Para dosen sudah datang ingin mengajar, tapi mereka yang menyegel pintu. Apa boleh buat," terang Mursalim.Sejak skorsing terhadap 10 orang mahasiswa dijatuhkan lantaran nekat menggelar Ospek, keadaan di Fapertahut tak henti-hentinya diwarnai unjuk rasa mahasiswa. Bahkan pengrusakan ruangan dekan dan penyanderaan dekan sempat terjadi beberapa waktu lalu. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini