Spesimen 41 Orang yang Kontak dengan Rini Diteliti
Selasa, 13 Sep 2005 12:53 WIB
Jakarta - Tim surveillance Departemen Kesehatan hingga kini telah mengambil spesimen 41 orang yang terlibat kontak terakhir dengan Rini Dina Prihatiningsih yang diduga meninggal akibat flu burung. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan I Nyoman Kandun menjelaskan, spesimen 41 orang yang diambil itu berupa sampel darah dan sampel usap tenggorokan. Tindakan itu diambil untuk mencegah flu burung yang diduga menyerang Rini menyebar pada orang lain. "Apabila ada salah seorang warga yang diobservasi itu menunjukan gejala flu akan segera diberikan antivirus Oseltamivir. Itu efektif 24 jam pertama," kata Nyoman Kandun saat berbincang dengan detikcom, Selasa (13/9/2005).Selain diambil spesimennya, warga yang terlibat kontak dengan Rini akan terus diawasi Dinas Kesehatan setempat. Untuk warga di sekitar kontrakan Rini di Jalan Radin, Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan akan diobservasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta.Keluarga dan tetangga Rini di Semarang dipantau Dinas Kesehatan Jawa Tengah. "Mereka akan diawasi dalam waktu 14 hari, yakni selama dua kali masa inkubasi flu burung," kata Nyoman Kandun. Spesimen yang telah diambil itu selanjutnya akan diteliti di Laboratorium Balitbang Depkes dan Naval Medical Research Unit (Namru) di Jakarta. Bila dari penelitian itu ada yang membingungkan, spesimen itu akan dikirim ke Laboratorium Hong Kong. "Selama laboratorium kita bisa menentukan itu flu burung atau tidak kenapa harus dikirim ke Hong Kong?" kata Kandun.Mengenai spesimen Rini yang sudah dikirim ke Hong Kong, Kandun memperkirakan hasilnya akan diterima dalam waktu 4 hari lagi.
(iy/)











































