Indeks Persepsi Korupsi Naik 1 Angka, RI Jadi Lebih Bersih?

ADVERTISEMENT

Indeks Persepsi Korupsi Naik 1 Angka, RI Jadi Lebih Bersih?

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Selasa, 29 Jan 2019 14:42 WIB
Ilustrasi Antikorupsi (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perceptions Index (CPI) Indonesia untuk 2018 naik dibanding angka pada 2017. Pada 2017, angka IPK atau CPI Indonesia 37, sedangkan tahun ini menjadi 38.

"Skor CPI Indonesia untuk tahun 2018 (adalah) 38 dari 0 sampai 100 dengan ranking adalah 89," ucap Manajer Departemen Riset Transparansi Internasional Indonesia (TII) Wawan Suyatmiko di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (29/1/2019).

"Di ASEAN, Indonesia menempati peringkat keempat. Yang pertama masih dipegang Singapura, kemudian Brunei, Malaysia, kemudian Indonesia," imbuh Wawan.

IPK atauCPI ini dihitung olehTransparencyInternational dengan skala 0-100, yaitu 0 artinya paling korup, sedangkan 100 berarti paling bersih. Total negara yang dihitungIPK atauCPI adalah 180 negara.


Secara peringkat pun, Indonesia naik dari sebelumnya ke-96 menjadi ke-89. Di peringkat yang sama dengan Indonesia, ada negara Bosnia dan Herzegovina, Sri Lanka, serta Swaziland. Adapun peringkat pertama diduduki Denmark dengan skor 88, sedangkan peringkat terbawah Somalia dengan angka 10.

Sementara itu, untuk cakupan Asia Tenggara, Indonesia berada di urutan ke-4 dari 11 negara dengan urutan pertama Singapura dan terakhir Kamboja. Ini daftar negara dan IPK atau CPI untuk cakupan Asia Tenggara:

1. Singapura 85
2. Brunei Darussalam 63
3. Malaysia 47
4. Indonesia 38
5. Filipina 36
6. Thailand 36
7. Timor Leste 35
8. Vietnam 33
9. Laos 29
10. Myanmar 29
11. Kamboja 20 (dhn/fdn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT