detikNews
Selasa 29 Januari 2019, 14:37 WIB

Rizal Ramli soal Pangan: Karakter Jokowi Lemah, Ditekan Brewok Takut

Eva Safitri - detikNews
Rizal Ramli soal Pangan: Karakter Jokowi Lemah, Ditekan Brewok Takut Rizal Ramli (kanan) saat diskusi bertema 'Jokowi Raja Impor'? di kantor Seknas Prabowo-Sandi. (Eva/detikcom)
Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik program kedaulatan pangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan saat kampanye Pilpres 2014. Rizal mengatakan cita-cita tersebut tak terealisasi.

"Cita-cita kedaulatan pangan ini oleh para politisi, setiap kampanye diulang-ulang, Pak Jokowi misalnya pada saat Kampanye 2014 pidato di mana-mana tentang kedaulatan pangan, akan setop impor ini, akan setop impor itu, setop impor ini, tapi kok hasilnya begini hari ini? Setelah 4 tahun Indonesia importir gula terbesar di dunia," ujar Rizal Ramli saat diskusi bertema 'Jokowi Raja Impor'? di kantor Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).


Rizal menilai selama empat tahun kepemimpinan Jokowi, kondisi kedaulatan pangan Indonesia terlihat miris. Cita-cita yang disampaikan Jokowi itu menurutnya tidak sejalan dengan praktiknya.

"Esensinya sederhana, pidato tentang kedaulatan pangan, itu bagus sekali, tapi begitu menyusun strategi, strateginya ke kiri, pidatonya ke kanan, strateginya ke kiri, kebijakannya ke kiri, pengangkatan personalianya ke kiri. Padahal cita-citanya ke kanan," ucapnya.


Ramli mengatakan, jika ada keseimbangan antara tujuan dan praktik, seharusnya kedaulatan pangan di Indonesia menjadi lebih baik. Praktik kepemimpinan Jokowi, menurutnya, hanya mendengar bisikan politik.

"Karena ya itu politik dipakai sebagai alat bagi bagi kekuasaan, saya sih memahami bahwa tentu perlu koalisi, perlu macem-macem. Tapi minimal 10 menteri itu betul-betul ikut garis presiden, profesional, karena kalau tidak, berulang lagi ini," katanya.

Ramli kemudian ragu apakah Jokowi akan mengubah kebijakan strateginya saat kembali memimpin nanti. Sebab, ia menilai karakter Jokowi lemah dan bisa diatur oleh para politisi lain.

"Pertanyaannya, mungkin nggak Pak Jokowi kepilih lagi bulan April dia akan berubah policy stateginya? saya kira nggak mungkin karena karakternya lemah, ditekan sama siapa, yang brewoknya banyak, jadi takut gitu loh," tuturnya.
(eva/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com