Bengkel dan Showroom Honda di Pondok Indah Diancam Bom
Selasa, 13 Sep 2005 12:27 WIB
Jakarta - Bengkel dan showroom (ruang pamer) Honda di Jalan Sultan Iskandarmuda, Pondok Indah, Jakarta Selatan, diancam bom. Ancaman bom itu disampaikan melalui telepon sebanyak tiga kali sejak pukul 10.00 WIB, Selasa 13/9/2005).Ancaman ini diterima oleh operator bernama Diah Komalasari. Menurut Diah, si penelpon yang bersuara laki-laki menyatakan bengkel akan dibom dalam waktu satu jam."Kemudian telepon ditutup oleh si penelepon. Tapi sekitar 30 menit kemudian orang yang sama kembali menelepon. Suaranya sama seperti suara sebelumnya," kata Diah kepada detikcom di depan bengkel dan showroom Honda di Pondok Indah, Selasa (13/9/2005).Bunyi ancamannya? "Waktu Anda tinggal 30 menit. Bengkel akan saya bom," ujar Diah menirukan ancaman dari si penelepon.Dilanjutkan Diah, orang yang sama meneelpon 15 menit kemudian dan mengatakan, "Waktu Anda tinggal sebentar lagi. Bengkel akan saya bom. Saya tidak main-main."Tak lama setelah ancaman yang pertama, Diah menghubungi Polsek Kebayoran Baru untuk melaporkan ancaman bom ini. Kemudian sekitar pukul 10.30 WIB karyawan Honda keluar dari bengkel dan showroom. Hanya beberapa orang yang masih di ruangan, termasuk Diah.Sekitar pukul 11.00 WIB aparat Polsek Kebayoran Baru tiba di lokasi. Selanjutnya, 45 menit kemudian Tim Gegana dari Polda Metro Jaya tiba untuk melakukan penyisiran di seluruh gedung.Ancaman bom memang tidak terbukti. Tapi para karyawan Honda masih tetap berada di luar ruangan untuk menunggu selesainya proses penyisiran. "Ini jam 11.00 sudah lewat, berarti tidak ada bom," kata Ujang, seorang montir. Menurut Suparno, Sales Manager Bengkel dan Showroom Honda Pondok Indah, ancaman serupa juga diterima Bengkel Honda di Fatmawati. "Ancamannya sama seperti yang diterima di Pondok Indah. Tiga kali laki-laki itu menelepon dalam interval 15 menit," katanya.
(gtp/)











































