Depkes Ambil Sampel Darah Keluarga dan Tetangga Rini

Depkes Ambil Sampel Darah Keluarga dan Tetangga Rini

- detikNews
Selasa, 13 Sep 2005 10:09 WIB
Semarang - Departemen Kesehatan (Depkes) terus memantau kasus flu burung yang diduga menyebabkan kematian Rini Dina Prihatiningsih. Tim Depkes mengambil sampel darah keluarga dan tetangga yang pernah melakukan kontak dengan Rini di Semarang. Pengambilan sampel darah dilakukan terhadap 15 orang yang terdiri dari anggota keluarga, tetangga, modin, dan penggali kubur yang melakukan kontak Rini.Pengambilan sampel darah dilakukan oleh tim dari Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinisi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Mereka mendatangi rumah orangtua Rini di Jalan Badak VI Nomor 3, Semarang, pukul 05.45 WIB, Selasa (13/9/2005). Proses pengambilan darah selesai pukul 09.30 WIB. Kasubdin Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Jateng Lili Herawati mengatakan, sampel darah itu akan dibawa ke Litbang Depkes Jakarta untuk memastikan ada tidaknya indikasi tertular virus flu burung. "Sampai saat ini memang belum ada kejelasan apakah flu burung bisa menular dari manusia ke manusia. Tapi untuk antisipasi, Depkes mengambil sampel darah orang-orang yang pernah kontak dengan almarhum," kata Lili.Hasil penelitian atas sampel darah itu diperkirakan bisa ketahui dua minggu kemudian.Selain mengambil sampel darah keluarga dan tetangga di Semarang, tim itu juga akan mengambil sampel darah orang-orang di RS Internasional Bintaro dan di sekitar rumah kontrakan Rini di Jalan Radin, Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Tim juga akan mendatangi keluarga Rini di Medan dan Solo untuk melakukan tindakan yang sama. Suami almarhum, Agus Mardeo, menyambut baik tindakan Depkes mengambil sampel darah untuk memastikan dirinya dan keluarganya ikut terkena flu burung atau tidak."Apa pun hasilnya nanti saya tak masalah. Kalau pun tertular ya gimanalah," kata Agus pasrah. Seperti diketahui, Rini yang meninggal di RSI Bintaro dikebumikan di tanah kelahirannya di Semarang. Saat dimakamkan, petugas pemakaman membuka semua kain dan plastik penutup almarhumah yang dipasang oleh pihak RSI Bintaro. Namun setelah diberitahu bahwa Rini meninggal diduga karena flu burung, petugas tersebut langsung khawatir. (iy/)



Berita Terkait