detikNews
Senin 28 Januari 2019, 13:45 WIB

Bantah #PrabowoHinaKemenkeu, BPN Jelaskan Maksud Pernyataan Prabowo

Elza Astari Retaduari - detikNews
Bantah #PrabowoHinaKemenkeu, BPN Jelaskan Maksud Pernyataan Prabowo Foto: Prabowo Subianto bersama M Kholid. (Dok Pribadi).
Jakarta - Pernyataan Prabowo Subianto soal menteri keuangan menjadi kontroversi dan memunculkan tagar #PrabowoHinaKemenkeu di jagad media sosial. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno angkat bicara.

"Saya kira Pak Prabowo tidak menghina Kemenkeu ya," ungkap juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga bidang ekonomi, M Kholid kepada wartawan, Senin (29/1/2019).

Tagar #PrabowoHinaKemenkeu berawal dari pernyataan Prabowo yang kembali menghina utang pemerintah. Karena utang pemerintah yang disebutnya menumpuk terus, ia meminta agar penyebutan menteri keuangan (Menkeu) diganti menjadi menteri pencetak utang.

Kholid memastikan Prabowo tidak bermaksud menghina pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menurutnya itu sebagai bentuk kritik semata.


"Maksud beliau ingin mengingatkan ke pemerintah agar lebih hati-hati dalam mengelola keuangan negara terlebih terkait masalah utang negara ini," ucap Kholid.

Politikus PKS ini pun juga ikut menyoroti masalah utang negara. Kholid mengingatkan, beban utang dari masa kini akan ditanggung oleh generasi mendatang.

"Masalah utang ini kan terkait isu keadilan antar generasi. Jangan sampai utang yang besar rezim Pak Jokowi menjadi beban generasi setelahnya," tuturnya.

"Kalau dilihat kan pertumbuhan utang pemerintah selama 4 tahun (2014-2018) meningkat pesat dari Rp 2.605 T di 2014 menjadi Rp 4.416 T di 2018. Itu naik Rp 1.811 T dalam waktu 4 tahun. Dan ratio utang terhadap GDP juga naik kan dari sekitar 25 persen sekarang sudah hampir 30 persen," imbuh Kholid.

Dia menyatakan pertumbuhan utang di era Jokowi sudah membebani negara. Kholid juga mengatakan porsi pembayaran bunga utang di belanja pemerintah yang naik secara signifikan, bahkan lebih tinggi dibandingkan belanja modal.

"Jadi intinya, Pak Prabowo ini mengingatkan agar pemerintah lebih hati-hati dalam kelola keuangan dan utang," sebutnya.


Kholid lalu menyindir Jokowi yang selalu membanggakan tak memiliki beban masa lalu. Jika terus menumpuk utang, menurutnya, Jokowi akan memiliki beban masa depan.

"Pak Jokowi kan sering bilang beliau tidak punya beban masa lalu, tapi jangan juga menjadi beban masa depan bagi generasi setelahnya," kata Kholid.

Seperti diketahui, Prabowo kembali melempar kritik pedas kepada pemerintah terkait utang negara. Ia lalu mengusulkan agar nama menteri keuangan diganti.

"Kalau menurut saya, jangan disebut lagilah ada Menteri Keuangan, mungkin Menteri Pencetak Utang. Bangga untuk utang, yang suruh bayar orang lain," ujar Prabowo dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).

Pihak Kemenkeu sudah melayangkan protes keras atas ucapan capres nomor urut 02 itu. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nufransa Wira Sakti mengatakan, hal tersebut mencederai perasaan pegawai yang bekerja di Kemenkeu.

"Apa yang disampaikan oleh Calon Presiden Prabowo: 'Jangan lagi ada penyebutan Menteri Keuangan (Menkeu), melainkan diganti jadi Menteri Pencetak Utang', sangat mencederai perasaan kami yang bekerja di Kementerian Keuangan," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (27/1).

Ucapan Prabowo juga menjadi pembahasan di dunia maya. Akibat pernyataan Prabowo itu, muncul tagar #PrabowoHinaKemenkeu di jejaring media sosial.



Saksikan juga video 'Ciee... Prabowo Disoraki Pendukung Karena Ngaku Kesepian':

[Gambas:Video 20detik]


Bantah #PrabowoHinaKemenkeu, BPN Jelaskan Maksud Pernyataan Prabowo




(elz/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com