Istana Tanggapi Heboh Kapten Leo yang Minta Tolong Jokowi

Ray Jordan - detikNews
Senin, 28 Jan 2019 12:30 WIB
Adita Irawati. Foto: dok. pribadi
Jakarta - Danramil 10 Balimbingan, Kodim 02/07 Simalungun, Kapten Leo Sianturi marah-marah dan 'membawa-bawa' nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena merasa tidak dilayani dengan baik oleh pihak Rumah Sakit (RS) TNI Pematangsiantar. Apa tanggapan Istana Kepresidenan?

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Adita Irawati mengatakan, Kapten Leo kini sudah ditangani oleh Kodam Bukit Barisan. Dia juga mengatakan pemerintah berharap agar setiap anggota TNI mendapatkan perawatan dan pelayanan kesehatan yang baik.



"Perihal video Kapten Inf Leo Sianturi, seperti yang sudah ditulis detikcom juga, sudah ditangani oleh Kodam Bukit Barisan. Tentunya kami juga berharap setiap anggota TNI mendapatkan perawatan kesehatan yang baik," kata Adita kepada detikcom, Senin (28/1/2019).

Dia menambahkan, jika ada anggota TNI yang mendapat permasalahan, sebaiknya diselesaikan oleh instansi tempat dia bernaung. "Kalaupun ada permasalahan yang terjadi, agar bisa diselesaikan oleh instansi yang terkait sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya," katanya.

Sosok Kapten Leo Sianturi menjadi perbincangan netizen setelah videonya viral di media sosial. Dalam video berdurasi satu menit itu Kapten Leo marah-marah karena merasa tidak dilayani dengan baik selama dirawat di RS TNI Pematangsiantar.

Bahkan Kapten Leo 'membawa-bawa' nama Presiden Jokowi. Sambil duduk di kursi roda dan diinfus, dia meminta pertolongan Jokowi.
Kapten Leo Sianturi. Kapten Leo Sianturi. Foto: Kapten Leo (Screenshot video viral)

"Pak Presiden, tolong Pak Presiden. Saya tentara yang dari masyarakat akan kembali ke masyarakat. Sakit hati saya. Saya sakit tidak ada di opname, diopname tidak layani. Saya kecewa dengan RS tentara, kecewain pelayanan tidak bisa," ujar anggota TNI itu seperti dalam video yang dilihat detikcom, Sabtu (26/1).

Dalam video itu, Kapten Leo mengaku tidak mendapat pelayanan opname dari pihak RS. Padahal, kata Leo, dirinya menjadi anggota TNI dari prajurit sampai perwira.

"Saya seorang perwira tidak berfungsi perwira. Sakit, opname tidak bisa. Tidak bisa di rumah sakit tentara tanpa dirawat. Sakit, saya seorang perwira, tidak berfungsi saya, tidak ada artinya angkatan darat di rumah sakit, tidak artinya. Inilah nasib saya ini, saya dari prajurit masuk sampe perwira," ujarnya.

Di sisi lain, penjelasan berbeda justru disampaikan perawat RS TNI Pematangsiantar. Perawat itu bercerita awal mula Kapten Leo marah-marah.

Berawal dari pergantian shift perawat malam ke perawat pagi pada 25 Januari kemarin. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), setelah pergantian shift, perawat pagi harus mengecek kondisi pasien. Perawat itu mulanya bertanya apakah Kapten Leo sudah makan.

"Dan saya memang menanyakan siapakah yang menunggu bapak? Kenapa tidak ada yang menunggu? Dan saya tanya juga, ibu ke mana? Dan dijawab sama Pak Sianturi, 'memang saya sudah cerai dengan istri saya'. Saya tanya kemudian, 'anak bapak ada berapa?' 'Dua dijawab Kapten Leo), kalau nggak anak bapak lah suruh menunggu, anak saya jauh-jauh, satu di bandung, satu lagi sedang pendidikan. oh tentara juga ya pak, ya," ujar perawat itu dalam video yang diunggah di situs RS TNI Pematangsiantar, Sabtu (26/1).

Menurut perawat itu, Kapten Leo tidak suka ditanya-tanya tentang keluarga. Kapten Leo lalu keluar dari kamar perawatan.

"Kemudian bapak itu turun dari tempat tidurnya menggunakan tongkat. Kemudian bapak itu keluar. Walaupun itu kami tahan juga bapak itu tidak mau, tetap bapak itu langsung keluar," kata perawat itu.


Saksikan juga video 'Heboh! Oknum TNI Marah-marah Hingga Minta Tolong Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Istana Tanggapi Heboh Kapten Leo yang Minta Tolong Jokowi


(jor/bag)