Pascabanjir, Sampah Kayu Menumpuk di Pantai Makassar Sepanjang 2 Km

Pascabanjir, Sampah Kayu Menumpuk di Pantai Makassar Sepanjang 2 Km

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 28 Jan 2019 10:22 WIB
Pascabanjir, Sampah Kayu Menumpuk di Pantai Makassar Sepanjang 2 Km
Sampah Makassar dampak banjir. (Topik/detikcom)
Makassar - Banjir yang menerjang sebagian wilayah Sulsel berefek pada penumpukan sampah di pinggir pantai Makassar. Sampah berupa kayu itu memanjang sekitar 2 km di pinggir pantai.

Pantauan di Pantai Anging Mammiri, Jalan Metro Tanjung, Makassar, Sulsel, Senin (28/1/2019), tumpukan kayu sebesar betis orang dewasa menumpuk di bibir pantai. Tidak hanya kayu yang rata-rata berwarna cokelat, tampak juga sampah-sampah plastik di sana.


Sampah ini berasal dari aliran Sungai Jeneberang yang sempat meluap dan menyebabkan terendamnya ribuan rumah warga di sekitar wilayah Kabupaten Gowa, Takalar, dan Makassar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini pertama kali dalam hidup saya lihat sampah kayu banyak seperti ini," kata Daeng Siama saat ditemui detikcom di pinggir pantai.

Menumpuknya kayu-kayu ini, kata Siama, terjadi sejak lima hari yang lalu. Malah banyak pohon sebesar kendaraan roda empat yang hanyut terbawa air.

"Tumpukan kayu ini sampai kena rumah warga. Kayunya sebesar mobil. Rusak bagian depan rumahnya tetanggaku itu," ungkapnya.

Dia mengatakan, dari pinggir pantai, tumpukan bahkan melebar hingga 5 meter menuju permukiman warga yang berada di depan pantai.

"Depan rumah saya kita dapat sapi satu ekor besar yang sudah mati. Lalu ada ular panjang, biawak, dan kura-kura yang kita dapat. Tapi tidak ada mayat yang kita temukan," kata Siama sambil duduk di depan teras rumahnya.


Dia menceritakan, pada 22 Januari lalu, ombak besar disertai hujan lebat membuat warga di sekitar pantai panik. Air laut dari Selat Makassar ini juga sempat mencapai permukiman warga.

"Ini kayu-kayu jati malah yang kita dapat. Kayaknya ini dibawa dari Bendungan Bili-bili di atas," ucapnya.

Siama mengatakan hingga saat ini belum ada kegiatan bersih-bersih yang dilakukan pemerintah daerah setempat. Kegiatan bersih hanya dilalukan secara swadaya oleh warga setempat. (fiq/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads