Lawan Korupsi, PSI Pasang Gembok di Monumen Gembok Kejujuran Madiun

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Minggu, 27 Jan 2019 19:20 WIB
Foto: Grace Natalie (dok PSI)
Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie melakukan pemasangan gembok di Monumen Gembok Kejujuran di Lapangan Gulun, Kota Madiun. PSI disebut jadi partai politik pertama yang melakukannya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Solidarity Tour di Jawa Timur. Acara dihadiri puluhan kader PSI serta penggagas Monumen, Harry Tjahjono. Solidarity Tour diselenggarakan dari 26 Januari sampai 1 Februari 2019 dengan mengunjungi 6 kota, yaitu Lamongan, Madiun, Malang, Jember, Sidoarjo, dan Pamekasan.

"PSI adalah partai pertama. Belum pernah ada partai politik yang datang dan memasang gembok kejujuran. Jadi komitmen antikorupsi partai politik lain ini patut dipertanyakan," kata Harry seperti dalam keterangan PSI, Minggu (27/1/ 2019).


"Hari ini PSI memasang gembok di hadapan inisiator Monumen Gembok Kejujuran, Pak Harry Tjahjono, sebagai bentuk komitmen kami untuk memerangi korupsi," ujar Grace menimpali.

Grace menambahkan, sejak awal PSI telah menunjukkan komitmen untuk melawan korupsi. Salah satu upaya yang dilakukan PSI, yaitu melarang mantan narapidana korupsi untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.


PSI juga mencanangkan sistem penilaian secara online untuk anggota DPR terpilih dari PSI agar masyarakat dapat menilai langsung kinerja anggota dewan.

"Bagi PSI, salah satu akar permasalahan korupsi adalah ekosistem yang memungkinkan. Untuk itu, PSI ingin membangun sebuah sistem DPR yang transparan. Jika sistem tidak diubah, omong kosong korupsi bisa hilang," lanjut Grace.


Monumen Gembok Kejujuran berdiri sejak September 2017, diprakarsai Jaringan Pekerja Budaya yang dimotori sastrawan, wartawan, sekaligus seniman asal Madiun, Harry Tjahjono.

"Gembok pada monumen ini bisa dimaknai sebagai kunci kejujuran. Mengunci kejujuran kita agar tidak tergoda melakukan korupsi. Semua orang pasti punya keinginan untuk itu, namun perlu terus-menerus diingatkan," kata Harry pada saat peresmian monumen. (gbr/mae)